Blackberry Batal Jual Perusahaan

KBR68H- Blackberry

Selasa, 05 Nov 2013 08:15 WIB

Blackberry, Perusahaan

KBR68H- Blackberry – pabrik telepon pintar yang pernah mendominasi pasar – telah membatalkan rencana untuk menjual perusahaannya.   Perusahaan teknologi Kanada itu Agustus lalu mengatakan akan menjual perusahaannya kepada Fairfax Financial Holdings dengan harga 4,7 milyar dollar. Namun, Fairfax mengalami kesulitan untuk mengumpulkan cukup uang guna menutup kontrak itu.

Sebaliknya pada hari Senin – Blackberry mengatakan akan mencari modal tambahan satu milyar dollar dari para investor, dimana seperempat dana itu berasal dari Fairfax. Sebagai tambahan, Blackberry mengatakan pihaknya mengganti CEO-nya Thorsten Heins dan mengumumkan bekas Kepala Perusahaan Piranti Lunak John Chen sebagai pemimpin sementara.

Blackberry adalah pionir telepon pintar yang pernah menguasai lebih dari separuh pasar Amerika. Tetapi kini Blackberry hanya menguasai 1% pasar telepon pintar di seluruh dunia dalam periode Juli hingga September ini.

Menurut data terakhir dari perusahaan Strategy Analytics, sejumlah piranti yang menggunakan operating-system Android milik Google kini menguasai lebih dari 81% telepon pintar yang dijual di seluruh dunia. Lebih dari 200 juta telepon pintar telah  dijual pada kwartal ketiga ini.  Apple menguasai 13% pasar dan Microsoft 4%. (VOA) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?