pesawat, alat elektronik, as

KBR68H - Penumpang pesawat di wilayah Amerika Serikat bakal dibolehkan menggunakan laptop, tablet, MP3 Player dan alat-alat elektronik lainnya selama penerbangan. Ini menyusul keluarnya aturan baru Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Tapi, tetap ada sejumlah pembatasan yang diterapkan terutama larangan untuk menelepon dan menerima telepon serta mengirim atau menerima SMS.

Bahkan FAA memberlakukan aturan yang membolehkan para penumpang tetap menghidupkan gadget mereka saat lepas landas dan mendarat. Tapi, mereka hanya boleh melakukan koneksi ke WiFi, bukan ke sistem telepon. Artinya, setiap pesawat penumpang harus dilengkapi dengan sistem Wi-Fi agar peraturan baru tersebut bisa diterapkan. Masalahnya, kebanyakan pesawat belum dilengkapi oleh sistem Wi-Fi.

FAA menyatakan, saat ini sudah ada dua perusahaan penerbangan yang membolehkan para penumpangnya untuk menggunakan gadget mereka saat penerbangan, yaitu Delta dan JetBlue.

Mereka menyeting ulang gadget mereka pada airplane mode. Aturan ini berlaku untuk ketinggian di bawah 10 ribu kaki. Sedangkan di atas 10 ribu kaki, perusahaan penerbangan sudah lebih dulu membolehkan para penumpang menghidupkan gadget mereka.

JetBlue tak memiliki pesawat yang dilengkapi Wi-Fi, tapi mereka tengah mengupayakannya. Sementara itu, beberapa pesawat milik Delta sudah dilengkapi Wi-Fi. Tapi, tak semua pihak senang dengan adanya perubahan aturan ini.

Di antaranya adalah para awak kabin yang harus menjelaskan kepada setiap penumpang mengenai perbedaan antara Wi-Fi di dalam pesawat dan sambungan telepon selular dan penggunaan alat-alat elektronik aktif. (BLOOMBERG)

Editor: Suryawijayanti

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!