Apple Diduga Mengemplang Pajak di Italia

Apple, perusahaan teknologi paling bernilai di dunia, sedang dalam penyelidikan di Italia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini diduga menghindari pajak senilai lebih dari 1 miliar euro atau sekitar Rp 15,5 triliun.

Kamis, 14 Nov 2013 17:45 WIB

Apple, Mengemplang Pajak, Italia

KBR68H – Apple, perusahaan teknologi paling bernilai di dunia, sedang dalam penyelidikan di Italia. Perusahaan asal Amerika Serikat ini diduga menghindari pajak senilai lebih dari 1 miliar euro atau sekitar Rp 15,5 triliun.
 
Perusahaan yang berbasis d Cupertino, California ini telah didenda sekitar 1 juta euro atau sekitar Rp 15,5 miliar pada 2011 dan 2012 oleh ototitas Italia dalam kasus garansi. Seorang yang enggan disebut namanya mengatakan, kemungkinan Apple telah menggunakan perusahaan asing untuk menghindari pembayaran pajak di Italia.

Namun, informasi itu dibantah oleh manajemen Apple. ”Apple membayar setiap dolar dan euro atas pajak dan kami masih terus di audit oleh pemerintah di seluruh dunia,” kata Apple dalam sebuah pernyataannya.
 
Manajemen Apple juga mengatakan, audit pajak berjalan berkesinambungan. ”Otoritas pajak Italia telah meng-audit Apple Italia pada tahun 2007, 2008, dan 2009 serta menegaskan bahwa kami benar-benar sesuai dengan dokumentasi OECD (Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, red.) dan persyaratan transparansi. Kami yakin review saat ini akan mencapai kesimpulan yang sama,” jelas manajemen Apple.
 
Majalah mingguan Italia, l'Espresso dalam situsnya telah melaporkan bahwa dugaan pengempalngan pajak oleh Apple di Italia selama tahun 2010 dan 2011. (mashable.com)
 
Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Kemenkumham : 75 Rekomendasi UPR Tidak Diterima, Tapi Dicatat

  • DPR Pastikan Iklan Rokok Tidak Akan Dilarang di Media Penyiaran
  • Miryam Berharap Laporan Aris Budiman Terhadap Media Dibawa ke Pengadilan
  • Perayaan Tahun Baru Islam di Solo