Aplikasi, iPhone, Mengemudi

KBR68H - Pengguna kendaraan kini sibuk menggunakan ponsel pintarnya saat sedang mengemudi. Akibatnya tak jarang dari mereka yang tewas akibat kesibukan yang mereka lakukan itu.
 
Seorang desainer asal New York, Amerika Serikat, Joey Cafone prihatin atas kejadian ini. Untuk itu ia mengembangkan aplikasi Car Mode, untuk mengubah kebiasaan menggunakan iPhone saat mengemudi. Walau begitu, aplikasi ini masih berupa konsep.
 
Lalu bagaimana cara kerjanya?
 
Car Mode memiliki konsep yang sama dengan Airplane Mode. Namun bedanya Car Mode akan memberitahukan kepada teman pengguna bahwa yang bersangkutan tengah mengemudi kendaraan.
 
Konsep yang didesain terintegrasi pada sistem operasi iOS 7. cukup menghubungkan ponsel ke sistem Bluetooth mobil bila anda mau mengaktifkan modus ini. Layar ponsel akan blur, semua notifikasi pesan atau status tidak akan ditampilkan. Hal ini agar pengemudi kendaraan bisa berkonsentrasi hingga tiba di tujuan, tanpa sibuk memperhatikan ponselnya.
 
Cafone memutuskan agar aplikasi ini berjalan pada sistem operasi iOS7, hal ini disebabkan banyak pengguna iPhone yang tetap mengemudi sambil menggunakan ponsel ini meski dalam situasi bahaya.

”Berangkat dari kesalahan yang ditemukan di kehidupan sehari-hari, saya merancang solusinya. Kesadaran bahwa mengirimkan pesan saat mengemudi itu berbahaya harus dibangun,” jelas Cafone.
 
Saat ini aplikasi yang digagasnya itu masih dalam tahap pengembangan dan belum menghubungi pihak Apple untuk menyempurnakan sistem itu ke sistem operasi iOS.
 
Cafone berharap jika perusahaan besutan Steve Jobs itu bersedia untuk menanamkan perangkat tersebut, Apple pun diharapkan mau bermitra dengan perusahaan asuransi mobil. ini untuk membantu penyelenggara asuransi menghargai pengemudi yang baik. (mashable.com)
 
Editor: Anto Sidharta

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!