Bagi masyarakat di sekitar taman nasional, kawasan ini mempunyai arti yang penting, karena demikian dekatnya hubungan masyarakat terhadap gunung Merbabu. Hubungan itu tidak saja karena kawasan ini merupakan sumber air yang menggerakan perekonomian masyarakat yang pada umumnya petani, tetapi lebih dari itu terdapat hubungan sosiokultural yang terkait aspek supranatural yang unik.

Kekayaan panorama alam dan budaya yang didukung oleh akses yang relatif mudah untuk menuju berbagai lokasi yang memiliki potensi-potensi wisata alam, menjadikan Taman Nasional Gunung Merbabu sangat potensial dikembang sebagai daerah tujuan wisata alam.

Bagi wisatawan minat khusus (pendaki gunung), Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang menantang untuk ditaklukan.

Di samping itu budaya tradisional masyarakat sekitar yang beraneka ragam, seperti kesenian Kuda Lumping, Jathilan, dan Ketoprak serta nilai-nilai tradisional masyarakatnya yang masih tetap terpelihara, merupakan potensi yang akan meningkatkan nilai pariwisata di sekitar Gunung Merbabu.

Fasilitas yang ada diantaranya jalur-jalur pendakian, homestay yang dikelola masyarakat dan hasil-hasil pertanian masyarakat sekitar kawasan yang bisa menjadi buah tangan bagi para wisatawan.

Sebagaimana umumnya kawasan hutan di Jawa, Taman Nasional Gunung Merbabu tidak luput dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal masyarakat di sekitarnya. Beberapa yang terekam di antaranya kegiatan-kegiatan penambangan pasir dan batu tak berijin, pencurian kayu, dan pembukaan tutupan hutan untuk bertani sayur-sayuran.

Sumber: sauddaniel.wordpress.com/wapedia.mobi

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!