Menikmati Alam dan Budaya Gunung Merbabu

Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan salah satu perwakilan ekosistem hutan tropis pegunungan, dan habitat dari beberapa satwa liar yang langka, seperti macan tutul dan elang jawa.

Rabu, 21 Nov 2012 08:28 WIB

Bagi masyarakat di sekitar taman nasional, kawasan ini mempunyai arti yang penting, karena demikian dekatnya hubungan masyarakat terhadap gunung Merbabu. Hubungan itu tidak saja karena kawasan ini merupakan sumber air yang menggerakan perekonomian masyarakat yang pada umumnya petani, tetapi lebih dari itu terdapat hubungan sosiokultural yang terkait aspek supranatural yang unik.

Kekayaan panorama alam dan budaya yang didukung oleh akses yang relatif mudah untuk menuju berbagai lokasi yang memiliki potensi-potensi wisata alam, menjadikan Taman Nasional Gunung Merbabu sangat potensial dikembang sebagai daerah tujuan wisata alam.

Bagi wisatawan minat khusus (pendaki gunung), Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah yang menantang untuk ditaklukan.

Di samping itu budaya tradisional masyarakat sekitar yang beraneka ragam, seperti kesenian Kuda Lumping, Jathilan, dan Ketoprak serta nilai-nilai tradisional masyarakatnya yang masih tetap terpelihara, merupakan potensi yang akan meningkatkan nilai pariwisata di sekitar Gunung Merbabu.

Fasilitas yang ada diantaranya jalur-jalur pendakian, homestay yang dikelola masyarakat dan hasil-hasil pertanian masyarakat sekitar kawasan yang bisa menjadi buah tangan bagi para wisatawan.

Sebagaimana umumnya kawasan hutan di Jawa, Taman Nasional Gunung Merbabu tidak luput dari berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal masyarakat di sekitarnya. Beberapa yang terekam di antaranya kegiatan-kegiatan penambangan pasir dan batu tak berijin, pencurian kayu, dan pembukaan tutupan hutan untuk bertani sayur-sayuran.

Sumber: sauddaniel.wordpress.com/wapedia.mobi

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Aksi Demonstrasi Tolak Perppu Ormas

  • Banggar DPR Sebut Anggaran Densus Antikorupsi Sulit Masuk APBN 2018
  • Erupsi, Gunung Sinabung Lontarkan Abu Vulkanik dan Luncurkan Awan Panas
  • Duterte Minta Filipina Bersiap Hadapi Teror Pasca Marawi
  • Pendukung Celtic Terpilih Jadi Suporter Terbaik