Maladewa Terdepan Dalam Energi Ramah Lingkungan

Dibanding negara-negara lain yang posisinya lebih rendah dari permukaan laut, Maladewa menjadi yang terdepan dalam transisi penggunaan energi yang ramah lingkungan. Negara itu menargetkan sekitar 60 persen kebutuhan listrik nasional harus berasal dari pan

Rabu, 21 Nov 2012 08:28 WIB

Dalam kerangka kerja investasi energi terbarukan yang baru saja disusun negara itu disebutkan, 80 persen listrik berasal dari energi terbarukan tanpa harus membebankan biaya yang mahal kepada masyarakat. Energi itu bisa didapat dari panel surya, tenaga angin, baterai dan biomassa. Sementara pembangkit listrik tenaga diesel tetap dipertahankan sebagai cadangan.

Maladewa, yang terletak di Samudera Hindia, juga berusaha menjadi negara netral karbon pada 2020 mendatang.

Sumber: treehugger

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri: Fraksi Yang Tak Terima Silakan ke MK

  • Setengah Calon Haji Cilacap Beresiko Tinggi
  • Kabar Kematian Chester Bennington Buat Geger Dunia Maya
  • Liverpool Tolak Tawaran Barcelona untuk Countinho

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.