Bekraf Memprakarsai Paviliun Indonesia dalam Perhelatan Seni Rupa Internasional Venice Bie

Badan Ekonomi Kreatif akan pacu talenta kreatif Indonesia di Venice Art Biennale 2017 (19/10), The Hermitage Hotel, Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Kamis, 20 Okt 2016 10:49 WIB

Badan Ekonomi Kreatif akan pacu talenta kreatif Indonesia di Venice Art Biennale 2017 (19/10), The Hermitage Hotel, Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mendorong kemajuan para pelaku seni budaya, Bekraf berkomitmen untuk medukung dan mengelola kegiatan yang dapat memberi citra positif pada seni rupa kontemporer Indonesia. Program-program Bekraf memberikan prioritas pada tampilnya seniman-seniman Indonesia di ajang internasional. Di tengah dinamika kegiatan seni rupa yang sangat beragam dan semakin kompetitif, seniman-seniman Indonesia harus mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif pada perkembangan seni rupa kontemporer dunia. Bekraf beritikad menjadi fasilitator yang mengambil inisiatif-inisiatif strategis, demi terbangunnya iklim kreativitas yang sehat, peningkatan potensi, dan kapasitas ekonomi serta terbangunnya ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

Venice Biennale atau La Biennale de Venezia adalah pameran seni rupa reguler tertua di dunia yang pertama kali diselenggarakan pada 1895. Keterlibatan Indonesia di Venice Biennale masih tergolong minim jika dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Singapura, Jepang, dan Korea. Menurut sejarawan seni Australia Susan Ingham, sejarah Indonesia dalam Venice Biennale dapat dilacak sejak 1954, ketika pelukis Affandi berpartisipasi, bahkan memenangkan penghargaan. Setelah itu, hampir empat puluh tahun Indonesia absen di Venice Biennale, sampai pada akhirnya pada 1993 dan 1997 karya seniman-seniman Indonesia mulai tampil kembali.

Pada tahun 2017 nanti, paviliun Indonesia akan diprakarsai dan didukung penuh oleh Bekraf. Paviliun ini akan menempati Arsenal milai 13 Mei hingga 26 November 2017. Paviliun Indonesia akan kembali hadir di Arsenale dengan sebuah pameran tunggal seniman Indonesia, Tintin Wulia. Tim penyelengara pameran terdiri dari tim komisioner yang diketuai oleh Ricky Pesik dan beranggotakan Melani W. Setiawan, Amalia Wijono, dan Diaz Parzada. Tampil selaku direktur artistik adalah Enin Supriyanto. Sementara konsep pameran dan penyajiannya akan dirumuskan bersama-sama dengan Agung Hujatnikajennong selaku kurator. Dukungan Bekraf merupakan dukungan pemerintah untuk kemajuan kesenian masyarakatnya agar karya seni rupa kontemporer citra kebudayaan Indonesia semakin meningkat di mata dunia.


Author: Paul M Nuh

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana