ramah lingkungan, rumah

KBR - Persoalan lingkungan tidak terlepas dari berapa besar energi yang kita butuhkan setiap harinya. Semisal listrik dan air. Dua hal itu disebut sebagai sumber kehidupan saat ini.

Namun listrik kebanyakan dihasilkan dari hasil pembakaran fosil. Sementara air terus diambil secara berlebih.

Seorang arsitek asal Australia, James Galletly memperkenalkan sebuah konsep rumah ramah lingkungan yang diklaim sebagai rumah masa depan. Rumah itu didesan mungil dan super kecil. Berbahan kayu bekas, rumah itu dibuat hanya berukuran tidak lebih dari 30 meter persegi.

Green Lifestyl Emag melansir cerita Galletly. Galletly didorong gerakan global penyelamatan lingkungan untuk mendesain rumah itu.

"Saya membaca buku Lloyd Kahn dan The Bower. Saya melihat segala sesuatu yang akan dibuang. Itu mengilhami saya untuk mulai merancang dan membangun rumah kecil kita sendiri 5 bulan yang lalu," jelas Galletly.

Galletly merancang rumah itu bersama teman-temannya sesama arsitek. Galletly pun mempromosikan rumah mungil itu ke Amerika Tengah dan Selatan.

Awal desian rumah itu dibuat dengan atap jerami. Galletly memang ingin membangun rumah dengan material yang minim dan berbiaya murah. Dia juga ingin rumah itu dibuat senyaman mungkin. Sehingga si pemilik rumah merasakan kenyamanan seperti berlibur.

Namun yang perlu dicatat, tidak ada perabotan di rumah itu. Sehingga kursi, meja, dan kompor tidak bisa dimasukkan. Galletly memang sengaja mendesan rumahnya seperti itu. Sebab dia mengkritik gaya hidup boros masyarakat dunia.

"Jika Anda benar-benar tinggal di rumah mungil Anda, dan itu bukan hanya sebuah rumah liburan, itu memotong konsumerisme di sana. Anda tidak dapat memasukkan apa pun di dalamnya," jelas dia.

Bagaimana dengan listrik? Rumah mungil rancangan Galletly ini tidak memerlukan listrik dengan daya besar. Rumah itu hanya memerlukan sebuah panel surya untuk menghidupkan lampu dan mengisi baterai ponsel. Rumah itu dilengkapi sebuah lampu LED dengan saya 250 volt.

"Sistem energi dengan daya rendah ini dimaksudkan untuk mengisi baterai laptop atau ponsel selama beberapa jam. Bisa juga untuk televisi," papar dia.

Rumah desain Galletly itu sudah bisa dipesan dan dibeli. Galletly mematok harga Rp 181.020.000 atau USD 15.000.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!