Liburan 'Tak Masuk Akal' Ini Akan Terwujud di 2024

KBR - Anda punya impiran liburan ke mana? Menginap di hotel bawah laut dengan pemandangan jendela ikan paus tengah menari? Atau menginap di hotel di Bulan? Impian ini akan segera terwujud.

Rabu, 01 Okt 2014 18:24 WIB

wisata, liburan

KBR - Anda punya impiran liburan ke mana? Menginap di hotel bawah laut dengan pemandangan jendela ikan paus tengah menari? Atau menginap di hotel di Bulan? Impian ini akan segera terwujud.

Sebuah perusahaan perjalanan wisata, Skyscanner Ltd memperediksi gaya liburan 10 tahun kemudian akan didominasi dengan gaya liburan yang ekstrim. Ini dilandasi kemajuan teknologi dan kecepatan yang semakin tidak bisa diprediksi.

Juru Bicara Skyscanner Ltd Filip Filipov menjelaskan tren liburan tahun 2024 nanti, banyak turin yang menginginkan liburan lintas orbit dan ke bawah laut.

Terutamanya liburan di bawah laut atau minimal menginap di hotel dengan suasana bawah laut. Di Dubai, hotel ini sudah ada. Yaitu Hotel The Neptune dan Poseidon suite.

Sementara untuk wisata luar angkasa, Foster + Partners and ESA sudah mengembangkan sebuah ruangan yang mempunyai gravitasi nol mirip seperti di bulan. Selain itu pandangan sekeliling hotel pun dilengkapi dengan sensor 3 dimensi tingkat tinggi yang menggambarkan suasana ruang angkasa.

"Mengambil perjalanan ke ruang angkasa akan menjadi tonggak terobosan bagi umat manusia pada umumnya. Tapi apa yang bahkan lebih menarik adalah transfer teknologi yang eksplorasi ruang angkasa dapat membawa ke penerbangan komersial," jelas Filipov.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.