Twitter Tutup Akun Milik Al-Shabab

Media sosial situs Twitter sekali lagi menutup akun kelompok militan al-Shabab. Ini dilakukan setelah kelompok itu mengunggah pesan-pesan tentang serangan mematikan di mal di Nairobi, Kenya.

Selasa, 01 Okt 2013 11:16 WIB

Twitter, Al-Shabab

KBR68H - Media sosial situs Twitter sekali lagi menutup akun kelompok militan al-Shabab. Ini dilakukan setelah kelompok itu mengunggah pesan-pesan tentang serangan mematikan di mal di Nairobi, Kenya.

Twitter pertama kali menutup akun itu setelah al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan di mal hari Sabtu lalu (21/9), yang menewaskan lebih dari 60 orang.

Kelompok militan itu dengan cepat muncul kembali di situs itu menggunakan nama samaran, dan mengunggah pesan lagi hari Senin (23/9). Namun, pada hari yang sama Twitter menutup akun baru tersebut.

Sebelum kedua akun itu ditutup, al-Shabab telah merilis beberapa pesan yang merinci serangan di Mal Westgate tersebut.

Sejak tahun lalu, Twitter telah menutup beberapa akun milik al-Shabab, termasuk setelah para militan mengunggah foto-foto seorang tentara Prancis yang dibunuhnya, dan karena mengancam presiden Somalia.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.