Ponsel Bermasalah, Samsung Minta Maaf ke Konsumen Cina

KBR68H- Samsung Electronics telah meminta maaf kepada konsumen Cina setelah sebuah laporan yang dimuat di televisi pemerintah Cina mengklaim ponsel Samsung tidak berfungsi. Laporan itu menuduh chip memori rusak dan mengkritik kebijakan perbaikan.

Kamis, 24 Okt 2013 11:43 WIB

samsung, minta maaf, cina, ponsel

KBR68H- Samsung Electronics telah meminta maaf kepada konsumen Cina setelah sebuah laporan yang dimuat di televisi pemerintah Cina mengklaim ponsel Samsung tidak berfungsi. Laporan itu menuduh chip memori rusak dan mengkritik kebijakan perbaikan.

Samsung berjanji akan memberikan perbaikan gratis pada tujuh model yang disebutkan dalam laporan tersebut. Samsung merupakan perusahaan asing terbaru yang dikritik media Cina .

Perusahaan asal Korea Selatan mengatakan dalam pernyataan bahwa " dengan tulus meminta maaf " kepada konsumen Cina untuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kerusakan tersebut. Samsung juga menyambut baik pengawasan yang dilakukan media massa.

Stasiun televisi,  Cina Central Television ( CCTV ) dalam laporan menyebutkan kerusakan itu termasuk pada ponsel Galaxy S3 dan Note2.

Cina yang kini tumbuh pesar perekonimiannya,  tingkat pendapatan naik dan basis konsumen yang besar telah membuatnya menjadi pasar kunci bagi perusahaan-perusahaan terkemuka. Namun, karena perusahaan asing terus mengembangkan bisnis di Cina , mereka berada di bawah pengawasan ketat. Samsung merupakan perusahaan multinasional terakhir yang mendapatkan kritikan tajam dari media, setelah Apple Inc, Danone SA, Volkswagen AG dan Starbucks Corporation.(BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.