Lagi, Lapan akan Luncurkan Satelit Baru

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan Satelit Lapan A2 telah mengudara pada tahun depan yakni April 2014.

Senin, 21 Okt 2013 13:53 WIB

Lapan, Satelit Lapan A2, Bambang Setiawan Tejakusuma, Bali

KBR68H, Kuta Bali - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan Satelit Lapan A2 telah mengudara pada tahun depan yakni April 2014.

Satelit dengan bobot  100 kilogram, dengan biaya pembuatan mencapai  Rp 50 miliar itu memiliki tingkat ketelitian mencapai  5 meter dari obyek  dan cakupan pengamatan 12 kilometer.

Kepala Lapan Bambang Setiawan Tejakusuma mengatakan, Satelit A2 membawa misi utama untuk melakukan observasi bumi, alat komunikasi penanganan bencana dan sistem deteksi kapal laut. Pengerjaan satelit telah final dan kini tinggal menunggu waktu peluncuran menggunakan roket India.

“Kita menunggu program India karena kita titipkan satelit itu di roketnya India. Jadi kita menunggu India satelitnya selesai, kita titipkan peluncurannya dia lalu kita akan luncurkan bersama dengan satelitnya India. Nanti kita akan menapak lebih tinggi ke satelit yang operasional di kelas satelit 1 ton,” kata Bambang Setiawan Tejakusuma, Senin (21/10).

Bambang menambahkan, satelit  A2 yang dirancang sejak 2009 tersebut nantinya akan mengorbit secara ekuatorial. Kelak, Satelit Lapan A2 akan melewati wilayah Indonesia sebanyak 14 kali per hari.

Satelit Lapan A2 merupakan satelit kedua produksi Lapan yang akan diluncurkan ke orbit. Sebelumnya, Satelit Lapan-Tubsat (A1) diluncurkan lima tahun lalu dan saat ini masih mengorbit.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.