samsung, keuntungan, triwulan ketiga

KBR68H – Keuntungan yang diraih Samsung Electronics pada triwulan ketiga tahun ini melonjak 26 persen. Penjualan telepon pintar dan pulihnya bisnis di bidang memory chip menjadi pemicu lonjakan keuntungan Samsung.

Keuntungan bersih Samsung pada Juli-September sebesar 8,24 triliun won atau sekitar Rp83 triliun. Jumlah itu lebih besar dibandingkan keuntungan pada triwulan yang sama pada 2012 yaitu 6,56 triliun won atau sekitar Rp66 triliun.
 
Keuntungan operasional juga naik menjadi 10,2 triliun won atau sekitar Rp110 triliun. Manajemen Samsung mengungkapkan, penjualan telepon pintar yang melonjak pada Juli-September diharapkan akan tetap naik pada triwulan terakhir.

Promosi akhir tahun dan musim liburan akan dijadikan momentum oleh Samsung Electronics untuk meningkatkan penjualan telepon pintar. Dalam tujuh triwulan terakhir, Samsung selalu berhasil mencatat keuntungan dalam enam triwulan. Sebagian besar keuntungan berasal dari divisi telepon pintar.

Samsung menikmati keuntungan dari penjualan telepon pintar di kalangan menengah ke atas dan juga menengah ke bawah. Perusahaan itu berhasil mengalahkan saingan terberatnya yaitu Apple yang hanya menyasar pasar menengah ke atas.

Pertumbuhan yang cepat di sektor tersebut telah membuat Samsung menjadi perusahaan pembuat telepon pintar terbesar di dunia. Namun, Samsung diragukan bisa terus tumbuh pesat karena semakin ketatnya persaingan.

“Samsung telah mencapai pertumbuhan yang luar biasa cepat setelah mendapat saingan Apple. Namun, saya khawatir apakah Samsung bisa lebih baik lagi di tahun-tahun ke depan. Seperti Nokia, Samsung kemungkinan akan menembus batas tertentu di pasar.Apple juga sudah mengindiskasikan persaingan yang lebih berat lagi,”kata Kim Sung-soo, manajer keuangan di LS Asset Management. (BBC)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!