HalalGoogling, Mesin Pencari Sesuai Syariat Islam

Sebuah mesin pencari yang dikhususkan untuk umat Islam telah resmi diluncurkan. Halalgoogling dalam mesin pencari yang akan meyaring setiap informasi yang tidak sesuai dengan hukum Islam.

Selasa, 01 Okt 2013 11:32 WIB

HalalGoogling, google, haram, Syariat Islam

KBR68H- Sebuah mesin pencari yang dikhususkan untuk umat Islam telah resmi diluncurkan. Halalgoogling dalam mesin pencari yang akan meyaring setiap informasi yang tidak sesuai dengan hukum Islam.

Cara kerja Halalgoogling ini sama seperti mesin pencari Google, namun Halalgoogling memiliki perangkat canggih yang akan menyaring konten yang dianggap haram.

Sebuah sistem filter khusus dan unik dirancang untuk memblokir pencarian seperti "pornografi, ketelanjangan, gay, lesbian, biseksual, perjudian, konten anti-Islam lainnya.

Menurut laporan itu, tim 'ahli internet' di seluruh dunia telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mewujudkan proyek ini. Pasalnya  1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia saat ini khawatir tentang konten yang disediakan melalui internet kepada anak-anak mereka dan bahkan diri mereka sendiri.

HalalGoogling berharap untuk menjadi mesin pencari nomor satu di komunitas Muslim. (www.tribune.com.pk) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.