Gara-gara NgeTwitt, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Dipecat

KBR68H, Washinton - Gedung Putih telah memecat seorang penasihat keamanan nasional yang secara anonym memasang ratusan komentar di Twitter tentang kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika yang sangat penting dan terhadap pembantu-pembantu utama Presiden Ba

Kamis, 24 Okt 2013 08:42 WIB

twitter, pejabat kemanan nasional, amerika, dipecat

KBR68H, Washinton - Gedung Putih telah memecat seorang penasihat keamanan nasional yang secara anonym memasang ratusan komentar di Twitter tentang kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika yang sangat penting dan terhadap pembantu-pembantu utama Presiden Barack Obama.

Jofi Joseph yang berusia 40 tahun dibebastugaskan pekan lalu setelah tim penyelidik menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengidentifikasi orang yang menyampaikan komentar-komentar dengan nama palsu @natsecwonk.  Ia pernah menjadi Direktur Non-Proliferasi Nuklir di Dewan Keamanan Nasional dan baru-baru ini terlibat dalam beberapa perundingan tentang program senjata nuklir Iran.

Dalam pernyataan kepada situs berita “Politico”, Jofi Joseph mengaku bertanggungjawab atas tweets yang dipasangnya selama dua tahun terakhir dan mohon maaf kepada setiap orang yang dihinanya. 

Jofi Joseph mengatakan ia sebenarnya bermaksud menjadikan komentarnya sebagai parodi kehidupan yang sangat dipolitisir di Washington tetapi kemudian berkembang menjadi “serangkaian komentar yang kejam dan tidak pantas”.

Jofi Joseph menyerang banyak pejabat di lingkungan keamanan nasional Amerika. Ia mengecam Menteri Luar Negeri John Kerry dan pendahulunya – Hillary Clinton – serta penasehat Gedung Putih Ben Rhodes.  Ia juga mempertanyakan alasan resmi bagaimana empat diplomat Amerika terbunuh di Benghazi Libya tahun 2012.

Joseph juga menyerang para pejabat Amerika dari faksi Republik – termasuk Sarah Palin, kandidat wakil presiden Partai Republik tahun 2008. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.