Dua Pemegang Saham Ingin Selamatkan BlackBerry

KBR68H

Jumat, 11 Okt 2013 10:19 WIB

pemegang saham, blackberry, telepon pintar

KBR68H – Mike Lazaridis dan Douglas Fregin tengah mempertimbangkan untuk membeli BlackBerry. Dua pengusaha yang juga salah satu pendiri BlackBerry itu tidak menyantumkan penawaran atau masalah financial dalam rencananya itu. Hanya saja, mereka memastikan bersedia untuk membeli BlackBerry meski belum ada kejelasan darimana dana yang akan mereka gunakan.

Lazaridis dan Fregin masing-masing mempunyai 8 persen saham di BlackBerry. Isu tentang rencana Lazaridis untuk membeli BlackBerry sudah merebak sejak beberapa minggu terakhir. Ini membuat nilai saham BlackBerry (BBRY) naik hamper 1 persen.

Lazaridis dan Fregin bukan orang pertama yang mengungkapkan keinginan untuk membeli perusahaan telekomunikasi Kanada tersebut. Bulan lalu, Fairfax Financial – perusahaan asuransi Kanada yang menjadi pemegang saham terbesar di BlackBerry – juga sudah menyatakan telah menyiapkan dana sebesar $4,7 miliar untuk mengambil alih perusahaan tersebut.

Namun, Fairfax tidak menyampaikan secara rinci rencana mereka tersebut, terutama soal financial. Sejumlah analis memprediksi, pernyataan yang dilontarkan Fairfax hanya untuk menarik minat investor lain dan bisa menguangkan 10 persen sahamnya di BlackBerry.

Minggu lalu, sejumlah pembeli potensial juga dikabarkan berminat untuk membeli BlackBerry. Antara lain Google, Cisco, SAP, Intel, LG, Samsung dan perusahaan swasta Cerberus Capital. Namun, dari semua calon pembeli potensial tersebut, belum ada satu pun yang mengajuka penawaran resmi. Meski tengah berjuang di pasar, portofolio BlackBerry dalam industry telepon pintar masih tetap menarik.

Lazaridis sempat menjabat sebagai co-CEO BlackBerry bersama dengan Jim Balsille. Keduanya mengundurkan diri dari posisinya itu pada Januari 2012. Perusahaan itu kini dipimpin Thorsten Heins. Sedangkan Fregin pernah menjabat sebagai Wakil Presiden bidang Operasional dan mundur pada Maret 2007. (CNN)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri: Fraksi Yang Tak Terima Silakan ke MK

  • Setengah Calon Haji Cilacap Beresiko Tinggi
  • Kabar Kematian Chester Bennington Buat Geger Dunia Maya
  • Liverpool Tolak Tawaran Barcelona untuk Countinho

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.