Diretas NSA,Google Murka

KBR68H

Kamis, 31 Okt 2013 15:00 WIB

diretas, google, yahoo, NSA

KBR68H – Penyadapan yang dilakukan oleh Badan Intelijen Amerika (NSA) tidak hanya kepada pejabat pemerintah di Eropa, tetapi juga di dalam negeri. Salah satu perusahaan yang menjadi korban NSA adalah Google.  NSA dikabarkan telah meretas tautan data link Google.

Salah satu pejabat di Google murka ketika mendengar laporan tersebut. Informasi tentang proses hacking yang dilakukan NSA kepada Google diungkap oleh Koran Washington Post berdasarkan info yang bocor dari bekas konsultan NSA, Edward Snowden.

Berdasarkan info tersebut, NSA meretas data yang terhubung ke pusat data operasional Google dan juga Yahoo.  Namun, Kepala NSA Jendral Keith Alexander membatah telah mengakses komputer dua perusahaan tersebut.

“Kami tidak punya wewenang untuk masuk ke server dan juga data perusahaan yang ada di Amerika,”kata Keith.

Berdasarkan informasi yang dibocorkan Snowden, NSA mengintersep data melalui kabel fibre optic dan juga peralatan jaringan lainnya yang terhubung dengan pusat data Google dan Yahoo. NSA tidak menjadikan server dua perusahaan tersebut sebagai target utama. Data yang diperoleh NSA berupa metadata menjadi teks, audio serta video.

NSA dikabarkan mempunyai “pintu masuk”  untuk mengakses akun Google dan Yahoo melalui program yang sudah disetujui pengadilan yaitu Prism. (BBC)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.