Cina Punya Dua Juta Polisi Internet

KBR68H

Selasa, 08 Okt 2013 14:04 WIB

polisi internet, cina, analis online

KBR68H – Cina dikabarkan mengerahkan dua juta orang yang bertugas untuk mengasawi opini publik di internet. Polisi internet yang disebut dengan nama analis opini publik itu bekerja untuk Departemen Propaganda Partai Komunis Cina.

Dengan mencari kata-kata kunci, tugas mereka adalah mengawasi jutaan pesan yang lalu lalang di media sosial dan juga blog seperti Sina Weibo, yang hampir sama fungsinya dengan Twitter. Mereka membuat laporan dari hasil pengawasan di internet itu kepada para pengambil keputusan.

“Polisi internet itu direkrut untuk memonitor aktivitas di internet guna mencegah kritikan terhadap pemerintah dan keresahan social. Dua juta mungkin jumlah yang besar. Namun, saya yakin pemerintah Cina akan melakukan apa pun untuk memonitor potensi aktivitas kolektif di media social,”kata editor China Media Project di Universitas Hong Kong, David Bandurski.

 Menurut Bandurski, pemerintah Cina telah melakukan investasi yang besar untuk mengawasi aktivitas warganya di internet, terutama sejak hadirnya Sina Weibo pada 2010. Media social tersebut telah punya pengikut 500 juta orang. Topik yang sering diangkat di Sina Weibo antara lain gossip selebritas hingga isu sensitif seperti korupsi.

Tang Xiatao adalah orang yang diberi tugas untuk memantau kegiatan warga Cina di media sosial. Dengan menggunakan aplikasi senilai $3 juta atau sekitar Rp33 miliar, Tang mencari kata kunci yang ditentukan untuk mengawasi opini negati di internet lalu kemudian membuat laporan kepada kliennya.

Software yang digunakan Tang juga bisa mendeteksi seberapa sering sebuah topic dibahas dan menghitung jumlah komentar serta berapa kali topik itu dibagi. Analis online seperti Tang menerima pelatihan khusus sebelum menjalankan tugasnya. (CNN)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.