polisi internet, cina, analis online

KBR68H – Cina dikabarkan mengerahkan dua juta orang yang bertugas untuk mengasawi opini publik di internet. Polisi internet yang disebut dengan nama analis opini publik itu bekerja untuk Departemen Propaganda Partai Komunis Cina.

Dengan mencari kata-kata kunci, tugas mereka adalah mengawasi jutaan pesan yang lalu lalang di media sosial dan juga blog seperti Sina Weibo, yang hampir sama fungsinya dengan Twitter. Mereka membuat laporan dari hasil pengawasan di internet itu kepada para pengambil keputusan.

“Polisi internet itu direkrut untuk memonitor aktivitas di internet guna mencegah kritikan terhadap pemerintah dan keresahan social. Dua juta mungkin jumlah yang besar. Namun, saya yakin pemerintah Cina akan melakukan apa pun untuk memonitor potensi aktivitas kolektif di media social,”kata editor China Media Project di Universitas Hong Kong, David Bandurski.

 Menurut Bandurski, pemerintah Cina telah melakukan investasi yang besar untuk mengawasi aktivitas warganya di internet, terutama sejak hadirnya Sina Weibo pada 2010. Media social tersebut telah punya pengikut 500 juta orang. Topik yang sering diangkat di Sina Weibo antara lain gossip selebritas hingga isu sensitif seperti korupsi.

Tang Xiatao adalah orang yang diberi tugas untuk memantau kegiatan warga Cina di media sosial. Dengan menggunakan aplikasi senilai $3 juta atau sekitar Rp33 miliar, Tang mencari kata kunci yang ditentukan untuk mengawasi opini negati di internet lalu kemudian membuat laporan kepada kliennya.

Software yang digunakan Tang juga bisa mendeteksi seberapa sering sebuah topic dibahas dan menghitung jumlah komentar serta berapa kali topik itu dibagi. Analis online seperti Tang menerima pelatihan khusus sebelum menjalankan tugasnya. (CNN)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!