BlackBerry PHK 250 Karyawan

KBR68H - BlackBerry melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya yang di kantor pusat RIM, Waterloo, Ontario, Kanada.

Selasa, 01 Okt 2013 11:27 WIB

blackberry, phk karyawan, kanada

KBR68H - BlackBerry melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya yang di kantor pusat RIM, Waterloo, Ontario, Kanada. Langkah ini dilakukan demi menghemat biaya pengeluaran perusahaan.

"Ini merupakan bagian dari tahap berikutnya dan rencana perubahan kami untuk meningkatkan efisiensi dan skala perusahaan kami," kata juru bicara BlackBerry.

Karyawan yang di-PHK kali ini termasuk dalam tim pengujian produk baru, tim riset dan pengembangan, serta tim yang mendukung manufaktur.

BlackBerry baru-baru ini juga mengatakan tidak lagi berencana untuk bermigrasi sistem baru BlackBerry 10 operasi menyeberang ke tablet PlayBook, seperti hardware pada perangkat yang tidak cukup kuat untuk memberikan pengalaman halus untuk pengguna.

Akhir-akhir ini Blackberry banyak mengalami kerugian dan memiliki penurunan penjualan yang signifikan beberapa tahun ini. Yang paling tren di kalangan pengguna smartphone adalah hadirnya platform BBM di android maupun iOS. (Reuters)

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BSN Sebut Hasil Uji Beras Sudah Sesuai Ketentuan

  • Menteri Sri: Swasta Jangan Mengeluh, Datangi Kami Biayai Infrastruktur
  • Asuransi TKI Cilacap Meninggal Kecelakaan Kerja Di Korsel Terkendala Dokumen
  • Tiga Bulan Menjabat, Popularitas Macron Terjun Bebas

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.