andy suryansyah, pembasmi nyamuk, satu indonesia awards 2013

KBR68H, Jakarta – Setiap libur semester, Andy Suryansyah menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Kampung Dupak Rukun, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya jurusan Teknik Komputer ini senang dengan suasana di kampungnya. Apalagi, suara anak-anak bermain yang selalu didengarnya setiap hari. Kebetulan, di depan rumah Andy ada sekolah TK dan SD.

Namun, suasana riuh canda tawa anak-anak itu perlahan mulai menghilang. Hingga suatu ketika, tidak ada lagi suara anak-anak terdengar. Karena penasaran, Andy pun bertanya kepada salah satu guru di SD tersebut.

“Kok sepi yah, anak-anak pada kemana, Pak?”tanya Andy.

“Banyak yang sakit Mas, kena demam berdarah,”kara guru tersebut.

Ketika itulah, tiba-tiba muncul ide untuk menciptakan alat untuk mengusir nyamuk. Dia melakukan riset kecil-kecilan hingga akhirnya lahir sebuah alat untuk untuk mengusir nyamuk. Alat itu kemudian dia bagikan kepada warga sekitar. Ternyata, respon yang didapatnya di luar dugaan.

“Mereka protes, kok alatnya cuma buat ngusir nyamuk, kan kasihan tetangga sebelah rumah, mereka yang kena dampaknya,”kata Andy menirukan omongan warga yang diberinya alat pengusir nyamuk.

Dia langsung membuat lagi alat pengusir nyamuk itu dan tetap mendapatkan respon yang sama. Akhirnya, dia memutuskan untuk membuat alat yang bukan hanya mengusir tapi juga bisa mendatangkan nyamuk dan membasmi sehingga bisa memutus rantai kehidupannya.

“Saya berpikir, kalau hanya mengusir nyamuk kan tidak menyelesaikan masalah. Lebih biak saya buat alat yang bisa mendatangkan nyamuk sehingga nyamuk tersebut bisa langsung diberantas,”kata Andy.

Dengan kemampuannya yang terbatas, Andy mulai bertanya kepada dosen di kampusnya dan juga mencari literatur untuk membuat alat pengundang nyamuk. Tidak banyak yang bisa didapatnya dari literatur yang ada. Ini membuat Andy nyaris frustrasi. Hanya karena dukungan dari orangtuanya, Andy masih tetap memiliki motivasi untuk melanjutkan mimpinya, membuat alat untuk mengundang sekaligus membasmi nyamuk.

Tanpa disangka, sala satu temannya yang tinggal di Jepang memberinya tautan tentang alat untuk mengundang nyamuk. Tautan itulah yang membuat Andy semakin bersemangat. Sedikit demi sedikit informasi dikumpulkannya. Dari literatur yang dibacanya itu, Andy baru tahu bahwa yang menjadi sumber berkembangbiaknya nyamuk adalah nyamuk betina. Karena itu, target utamanya adalah mendatangkan nyamuk betina dan membasminya.

“Saya berusaha memancing nyamuk betina dengan meniru suara nyamuk jantan di alat yang saya buat ini. Karena, nyamuk betina itu pasti datang apabila mendengar suara nyamuk jantan. Sama seperti manusia, apabila ada perempuan cantik pasti akan banyak pria yang mendekati,”kata Andy.

Andy juga mempelajari kebiasaan nyamuk yang senang dengan cahaya. Karena itu, yang diperlukannya adalah cahaya dan juga suara nyamuk jantan.  Setelah melalui riset selama satu tahun, lahirlah alat pengundang nyamuk yang diberi nama Falle. Alat dengan bentuk kotak yang terbuat dari kayu jati dan dilapisi kasa ini memadukan dua teknologi yaitu audiosonik dan ultraviolet. Falle mempunyai dua tombol yang baru bisa bekerja setelah kabel disambungkan ke listrik.

“Tombol pertama untuk menghidupkan lampu ultraviolet dan tombol kedua untuk menghidupkan suara audiosonik. Apabila suara audiosonik sudah dihidupkan, maka nyamuk betina pasti datang. Pertama karena suara tersebut dan kedua karena ada cahaya dari dalam kotak. Setelah nyamuk betina hinggap ke kawat kasa, maka rangkaian penyengat akan bekerja dan membasmi nyamuk,”jelas Andy.

Lalu apa kelebihan alat Falle buatan Andy ini dibandingkan dengan alat pembasmi nyamuk lain yang sudah banyak dijual di pasar? Ramah lingkungan, hemat energi dan sehat. Karena, alat yang diciptakannya itu tanpa campuran bahan kimia sehingga saat dinyalakan tidak akan meninggalkan residu bahan kimia seperti produk lain.

Falle hanya bisa digunakan di dalam kamar dengan ukuran 4x4 meter. Apabila digunakan di ruangan terbuka, maka radiusnya akan berkurang sehingga menjadi tidak efektif untuk mendatangkan nyamuk betina. Kata Andy, alatnya ini juga tahan lama dan tidak cepat rusak. Dia juga menggunakan Falle di rumahnya untuk membasmi nyamuk dan sudah setahun alat tersebut masih tetap bisa dipakai.

“Paling yang diganti hanya lampu ultravioletnya saja, sedangkan mesin audiosoniknya masih tetap berfungsi,”jelasnya.

Falle buatan Andy sudah dijual untuk umum dengan harga Rp300.000 per unit. Akan tetapi, produksinya masih belum banyak hanya sekitar 50-100 unit per bulan.

Alat pengundang nyamuk buatan Andy itu telah membuat dirinya meraih penghargaan SATU Indonesia Awards 2013 di bidang teknologi dari PT Astra Internasional. Namun, Andy yang dikenal pantang menyerah masih ingin melakukan inovasi lain.

“Uang yang saya terima dari SATU Indonesia Awards 2013 ini, sebagian akan saya gunakan untuk mengembangkan Falle dan sebagian lagi akan saya gunakan untuk membuat alat yang bisa mendatangkan ikan tuna. Dengan alat ini, maka nelayan bisa terbantu untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak,”jelasnya.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!