Korea Utara, Ketika Sindiran Pun Kini Dilarang

Tepat di hari ulang tahun Korea Utara 9 September hari ini, Kim membuat aturan larangan perkataan sarkasme atau sindiran yang ditujukan padanya pribadi atau sindiran soal pemerintahannya.

Jumat, 09 Sep 2016 10:22 WIB

Kim Jong Un. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Setelah mengejutkan dunia dengan mengeksekusi mati beberapa pejabat negaranya, Menteri Pendidikan Kim Yong Jin dan menegur keras dua pejabat lainnya atas dasar dianggap tidak mematuhi perintahnya pada akhir bulan Agustus lalu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un kembali menuai kontroversi. 

Tepat di hari ulang tahun Korea Utara 9 September hari ini, Kim membuat aturan larangan perkataan sarkasme atau sindiran yang ditujukan padanya pribadi atau sindiran soal pemerintahannya. Bentuk sindiran apapun benar-benar dilarang meski dalam percakapan sehari-hari. Dilansir Independent pada Kamis (08/09/2016) waktu setempat, kebijakan ini dilakukan karena Kim khawatir masyarakat tidak benar-benar setuju pada kebijakannya.

Baca juga

Sebelumnya, Kim sempat disebut sebagai "orang bodoh yang tidak bisa melihat dunia luar" oleh pegawai pemerintahannya sendiri. Sindiran itu dilontarkan lantaran  Kim tidak menghadiri hari peringatan berakhirnya Perang Dunia ke-2 yang diselenggarakan di Rusia dan Tiongkok baru-baru ini.

Terkait pelaksanaan aturan baru ini, sebuah sumber di Provinsi Jagang menyatakan pejabat keamanan Korut mengadakan pertemuan khusus untuk membahasnya. Belum jelas sanksi apa yang baka diberlakukan jika aturan itu dilanggar. ( independent.co.uk, BBC, telegraph.co.uk)

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi