Baju terakhir yang ditampilkan desainer Anniesa Hasibuan di panggung New York Fashion Week (Foto: Ma

Baju terakhir yang ditampilkan desainer Anniesa Hasibuan di panggung New York Fashion Week (Foto: Maya Nurindah)

KBR - Perancang busana Anniesa Hasibuan akan menjadi desainer pertama dari Indonesia yang tampil di New York Fashion Week (NYFW). Di ajang NYFW Spring/Summer 2017 ini Anniesa akan memamerkan 48 rancangan dengan judul koleksi D’Jakarta. Sebanyak 38 diantaranya adalah koleksi ready to wear, sementara 10 lainnya berupa evening gown.

Anniesa menghadirkan motif ikan dan batik dengan teknik printing dengan warna-warna tanah seperti coklat yang dipadukan dengan warna emas, hijau dan peach. Pagelaran dilakukan pada hari Senin (12/9/2016) jam 20 waktu New York di The Dock, Skylight Moynihan Station, New York.

“Ide D’Jakarta itu lahir dari kota Jakarta yang hiruk pikuk, di mana (sebagian besar) perempuan itu urban dan wanita karir, berkumpul di Jakarta,” tutur Anniesa di New York.

Anniesa mengaku merasa cemas, sekaligus senang dan bahagia karena berhasil menembus New York Fashion Week. “Apalagi ini adalah The Main Show-nya,” tuturnya. “Supaya tidak nervous, kita harus menenangkan diri supaya semua bisa berjalan dengan baik.”

Anniesa adalah moslem fashion designer pertama dari Indonesia yang melangkah ke New York Fashion Week, bagaimana perasaannya?

Campur aduk. Nervous, senang, bahagia. Desainer mana pun pasti menginginkan menampilkan karya di New York Fashion Week. Ini adalah the main show-nya. Supaya kita tidak nervous, kita harus menenangkan diri supaya step by step bisa dijalani dengan baik. Semua yang ada di lapangan supaya tidak terjadi kesalahan. Harus konsentrasi.

Untuk masuk ke New York Fashion Week ini kan susah banget. Bagaimana bisa sampai terpilih?

Ini sebuah proses panjang banget. Kembali lagi ke diri kita sendiri: konsisten atau tidak dengan negara yang kita pilih sebagai pasarnya.

Pertama, aku show di Couture Fashion Week, aku ikut sampai dua atau tiga kali. Lalu di situ aku sudah melihat potensi pasar bisnis yang ada di New York. Mulai dari situ juga, aku mulai pelan-pelan mengikuti Indonesia Fashion Gallery, yaitu butik yang based-nya di New York City. Ada EO dari Couture Fashion Week menyarankan untuk maju ke ajang yang lebih bergengsi lagi yaitu New York Fashion Week The Show. Artinya, ini adalah main show dari seluruh rangkaian Fashion Week. Ini top level-nya.

Karena melihat karya aku sebelumnya di Couture bertajuk Pearl Asia, produser dari New York Fashion Week sangat tertarik. Mereka punya penilaian sendiri. Kita ikut kurasi, ikut presentasi, ikuti prosedur yang ada. Aku berharap, kalau ini sudah jalan dan ini rezeki aku ya alhamdulillah. Kalau tidak, aku legowo tapi akan terus berkarya. Hasilnya, di luar dugaan, mereka sangat excited karena menurut mereka ini kali pertama modest wear seperti ini ada di New York Fashion Week.

Dari mana dapat inspirasi untuk koleksi D'Jakarta?

Tema ini terinspirasi dari ibukota kita sendiri, di mana semua perempuan hampir rata-rata punya aktivitas yang sangat tinggi, hiruk pikuk yang sangat hectic, semua perempuan berasal dari bermacam-macam daerah. Seperti saya dari Sumatera Utara, tapi tinggal di Jakarta. Dari seluruh Indoensia itu berkumpul jadi satu, beragam macam kebudayaan lebur jadi satu di kota Jakarta. Saya mengemasnya menjadi satu bagian di mana koleksi ini terlihat edgy, simple, elegan, tapi juga sangat nyaman untuk dipakai kegiatan yang sangat hectic, tapi tetap ada sisi elegannya. Ini adalah gambaran kalau Kota Jakarta itu ya seperti ini dengan hiruk pikuk dan aneka ragam yang jadi satu.

Di ibukota kan ramai sekali. Dari daerah mana pun kita berasal, tapi kita tetap tinggi toleransinya, dari berbagai background daerah mana pun kita bisa tetap menyatu.

Berapa lama proses pembuatan baju untuk koleksi D’Jakarta?


Baju ready to wear ini lebih lama ketimbang pembuatan baju couture. Ini adalah tantangan yang sangat besar karena aku terbiasa membuat koleksi couture. Kurang lebih 4-6 bulan sampai finishing.

Ada tips untuk desainer yang ingin maju ke New York Fashion Week?

Tipsnya lebih ke percaya diri. Kita harus bisa mengembangkan potensi yang ada di diri kita. Jangan terlalu minder. Apa yang kita bisa, apa yang kita lakukan, passion di fashion. Tidak melihat background kita ini apa. Mengembangkan potensi diri kita itu harus percaya diri. Apa pun hasilnya, kita harus terima bahwa itu adalah sebagian dari proses perjalanan yang kita pilih – bahwa passion kita ya di sini.

Liputan dilakukan oleh Maya Nurindah untuk KBR.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!