(foto; forguides.com)

KBR,Jakarta- Pernah sakit gigi gara-gara salah mengkonsumsi makanan? Atau gigi Anda memang ada lubangnya? Duh, sakit gigi itu rasanya mengalihkan pandangan dari keindahan dunia dan bikin marah. Gara-gara hal ini,  bisa menyebabkan bau mulut juga, lho. Gak nyamankan kalo ngomong sama orang bau mulut kita semerbak.

Menurut drg. Irayani Queency Putri yang berpraktek di HHDC Clinic, Jakarta, gigi rusak itu banyak penyebabnya, seperti karena keturunan, lubang, enamel menipis, cara kita makan, bagaimana kita membersihkan gigi dan mulut, dan apa makanan yang kita makan. Faktor tadi, juga menyebabkan bau mulut.

Ngomongin soal makanan, biasanya sering kita mendengar untuk menghindari makanan yang asam dan manis.  Menurut dokter gigi yang akrab disapa Rara ini, makanan manis memang disukai oleh bakteri. 

“Makanan manis bisa membuat PH di mulut dan bakteri semakin happy. Sebenarnya, bakteri suka  semua sisa makan makanan yang nyangkut di gigi, tapi makanan manis prefensinya lebih tinggi disukai bakteri. Jadi, usai makan makanan yang  manis, bisa berkumur atau sikat gigi” ujarnya saat berbincang bersama KBR pada program Klinik KBR, Selasa (1/9/2015).

Malas membersihkan gigi juga sebabkan timbulnya plak akibat sisa makanan, kalau dibiarkan akan menumpuk sehingga menjadi karang gigi. Jika karang gigi semakin menumpuk dan keras, maka bisa masuk ke dalam antara gigi dan gusi. Karena hal ini, gigi pun  jadi berdarah saat kita sedang menyikatnya dan gusi bisa menjadi turun.

Merokok dan  minum alkohol, juga bisa merusak gigi walau tak secara langsung. Kata Rara, saat menghisap rokok, rongga mulut pun tidak sehat dan bisa merusak gigi. Selain itu nikotin juga akan menempel di gigi dan langit-langit gigi depan.

Bagaimana dengan kopi?

Rara menjelaskan, minum kopi sebenarnya tak masalah, asal rajin membersihkan gigi. Jika tidak, gigi akan kusam dan berwarna kuning karena ada noda tertinggal. “Yang lengket di gigi adalah cafein kopi, jadi setelah mengkonsumsi kopi hitam, baiknya minum air putih atau tambah susu untuk menetralisir,” saran Rara.

drg. Rara saat talkshow pada program Klinik KBR

  drg. Rara, saat talkhsow di program Klinik KBR.

Acara yang berlangsung 1 jam dari pukul 09.00-10.00WIB ini, membuka interaktif kepada pendengar KBR  yang tersebar di seluruh nusantara. Salah satu Pendengar KBR di Jogya, Nia, melontarkan pertanyaan : apakah boleh gigi dikikir karena faktor budaya ?

“Kasihan giginya,” jawab Rara.

“Karena kalau gigi dikikir, maka yang jadi korban adalah gigi taring, padahal fungsinya untuk mengoyak daging. Jadi, fungsinya bisa hilang. Mengikir gigi, juga bisa mengikis enamel gigi yang menyebabkan gigi menjadi sensititif sehingga tak ada perlindungan,” tambahnya.
 
Nah, kalau Anda merasa rajin sikat gigi, tapi masih sering sakit gigi atau mulut Anda masih beraroma tak sedap, bisa jadi ada karang yang menumpuk, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan. Menurut Rara, ciri gigi sehat salahsatunya adalah tak ada bercak hitam, tak ada yang bolong dan bersih dari plak. Sementara, kesehatan lidah bisa dilihat dari warnanya yang kemerahan.

“Warna gigi yang normal adalah yang  putih kekuningan, bukan putih seperti tembok,” ungkap wanita lulusan Universitas Hasannudin, Makassar ini.  

Kesehatan gigi, tentu berhubungan juga dengan bau mulut. Rara menjelaskan, penyebab bau mulut bisa  karena sendawa, magh, dan ada penyakit di tubuh, seperti diabetes, gagal ginjal, mall fungsi hati, mulut kering dan lidah yang tak bersih. Selain itu, sikat gigi yang cuma sehari sekali dan faktor makanan, bisa juga sebabkan bau mulut.

Agar gusi sehat, perbanyak makan sayur dan buah daripada daging. Bersihkan gigi 2 kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur.  Saat membersihkan gigi, jangan lupa, lidah pun turut dibersihkan dengan alat pembersih lidah, atau menggunakan bulu sikat gigi. Pilih sikat gigi yang  bulu sikatnya lembut dan gagangnya bisa menjangkau gigi bagian belakang. Jangan menyikat gigi secara horizontal, tapi sikatlah secara vertikal dengan menyesuaikan posisi gigi.

Pemakaian obat kumur, juga bisa dilakukan 2X sehari setelah sikat gigi.  Pilih obat kumur yang aman, non alkohol dan bebas deterjen. Obat kumur yang beralkohol, kata Rara, bisa mengiritasi gigi. Berkumur dengan obat kumur, bisa dilakukan selama 30 detik - 1 menit. Setelah berkumur, jangan dulu mengkonsumsi makanan selama 1 jam.

Menjaga kesehatan gigi, tak hanya baik untuk rongga mulut dan kesehatan tubuh. Tapi, gigi yang sehat dan rapi, membuat Anda bisa tersenyum dan tertawa lebih bebas, makanan pun terkunyah dengan sempurna, dan lambung akan menerimanya dengan baik.

Gigi dan gusi yang tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan dan mengganggu kesehatan tubuh lainnya, seperti berpengaruh ke jantung dan syaraf-syaraf lain. Untuk itu, jangan malas periksa gigi 6 bulan sekali ke dokter gigi.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!