tanaman obat, Sarongge, Festival Sarongge

Di Sarongge, selain ada pohon-pohon baru hasil penanaman para adopter Hutan Sahabat Green, ada juga tanaman yang dari dulu tumbuh di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Berdasarkan ilmu dari masyarakat setempat, banyak juga tanaman dan buah setempat yang punya khasiat tinggi lho!

Ini dia beberapa di antara mereka yang ditemui di sekitar camping ground Hutan Sahabat Green.

Rokat mala (Arteimisia vulgaris): penting bagi Anda yang mengidap rematik. Tinggal melalap daunnya atau dikeringkan, lalu seduh seperti teh.

Teter (Solanum verbasifolium) adalah tanaman yang bisa dipakai sebagai pestisida alami, terutama di bagian daun dan bunganya. Tinggal dicacah dan larutkan ke dalam air, lalu semprotkan untuk mengusir hama. Sebagian jenis burung dan lebah juga menyukai sari dari bunga Teter.

Cecenet (Physallis peruviana): rasanya manis asam segar, buah yang juga disebut ‘ciplukan’ ini bisa dipakai untuk mengatasi pegal linu dan sakit pinggang. Di beberapa kota besar seperti Jakarta dn Tokyo, cecenet banyak dijual untuk konsumsi sehari-hari.

Bungrun (Poligonum sinensis): sakit kepala karena ketombe? Coba pakai daun ini dengan cara mencincangnya lalu ambir airnya untuk keramas. Tanaman ini bukan asli dari TNGGP, tapi dari Cina.

Hariang beureum (Begonia robusta): ini adalah tumbuhan semak yang bisa ditemukan di sekitar tempat kemah atau di perjalanan di Hutan Sarongge. Daunnya berbentuk jantung tak simetris dan berduri halus. Bisa dijadikan sebagai tanaman hias karena daunnya cantik, berwarna merah marun. Bisa jadi sumber vitamin C atau obat panas dalam.

Babadotan (Ageratum meksikanum): daun ini kalau diremas akan tercium seperti bau kambing atau ‘bandot’ dalam bahasa Sunda. Tapi jangan menakar daun ini dari baunya saja, sebab daun ini berkhasiat untuk menghilangkan pendarahan dengan cepat. Tinggal remas daunnya sampai keluar lendir lalu temple di bagian tubuh yang luka.

Ki jeruk (Acronisia lurifalia): salah satau tanaman asli TNGGP yang memiliki rasa manis dan wangi jeruk. Jika diremas daunnya mengeluarkan bau jeruk.

Lempung cucuk (Songhcus asper): bisa dipakai untuk mengobati penyakit ginjal. Tinggal rebus daun dan minum air rebusannya.

Konyal (Passiflora suberosa): ini bukan tanaman asli TNGGP tapi sengaja didatangkan dari luar atau ditanam warga. Di pasaran, konyal disebut sebagai markisa, dengan rasa yang sangat manis. Konyal mudah didapatkan karena pertumbuhannya merambat ke mana-mana. Tapi konyal yang terlalu pesat pertumbuhannya, bisa membunuh tanaman inang tempat dia tinggal.

Pohon Saninten (Castanopsis argentea): jenis pohon rimba yang sering ditemui di hutan pegunungan. Di sekitar camping ground ada pohon Saninten berbentuk ketapel yang diperkirakan berusia 15 tahun. Buah Saninten bisa dimakan, rasanya seperti kelapa. Saninten sulit dikembangkan dan bibitnya pun tidak banyak di hutan karena buahnya jadi rebutan satwa dan manusia.


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!