desa mekarjaya, cianjur, mikrohidro

Keindahan panorama alam di Desa Mekarjaya bisa membius siapa saja. Hamparan sawah terasering nan indah, juga panorama lain di desa yang berbatasan dengan hutan lindung Gunung Simpang. Kini arus deras air dalam parit terus dipertahankan dengan menanam pohon, agar masyarakat bisa langgeng memanfaatkan aliran listrik dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pikkohidro dan kincir tradisional.

Jarak Desa Mekarjaya Kecamatan Cidaun, Cianjur Jawa Barat memang tak bisa disebut dekat. Untuk menuju ke sana, kita harus setidaknya berganti empat jenis moda kendaraan. Mulai dari naik jasa travel sampai Kopo Bandung, berdesak-desakan di dalam mobil colt untuk menuju Ciwidey, menempuh jalan mulus dan bergelombang dengan kendaraan elf menuju Paranggong, sampai offroad dengan ojek motor empat tak. Total waktu yang ditempuh jika berjalan sesuai jadwal bisa mencapai tujuh hingga delapan jam.

Mekarjaya berdiri sejak 1985-an, setelah sebelumnya masuk dalam kawasan Desa Cibuluh. Warga Mekarjaya, juga warga desa lain seperti Cibuluh, Puncak Baru merupakan para perambah kawasan hutan lindung. Jadi dulunya mereka merambah kawasan hutan untuk kebutuhan perluasan lahan pertanian, juga kebutuhan sandang papan lainnya untuk membangun rumah tinggal.

Jadilah kondisi persedaan seperti yang bisa kita lihat  seperti sekarang ini.

Masyarakat Mekarajaya hidup dengan mengandalkan alam. Mereka bertani, berkebun, memelihara ikan dan juga hewan ternak lainnya. Tapi dengan rata-rata kepemilikan lahan kurang dari setengah hektar per kapita, masyarakat Mekarjaya terus menerus hidup dalam kemiskinan. Itu pula yang jadi sebab sebagian warga lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik di kota, buruh perkebunan di Sumatera, hingga menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi.

Belakangan warga pun gencar mengupayakan pelestarian lingkungan dengan memanam pohon dan merawat sumber daya air. Dengan upayanya itu, masyarakat bisa menikmati aliran listrik. Dengan adanya pasokan listrik, warga bisa mengetahui beragam kejadian di luar desa melalui televisi. Juga beragam manfaat lainnya.

Akhirnya pada 2012 silam, Desa Mekarjaya mendapatkan penghargaan Kampung Pro Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan itu diberikan pemerintah atas upaya warga memitigasi dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Itu semua karena masyarakat berhenti menebang pohon, dan menjaga pelestarian sumber daya air.

Dengan situasi geografi desa yang berada berdampingan dengan hutan lindung. Sebenarnya banyak potensi yang bisa dimanfaatkan warga desa untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya dengan mengembangkan potensi ekowisata perdesaan. Dengan ekowisata, pemangku desa yakin, perhatian pemerintah terhadap Mekarjaya bisa terus meningkat. Apalagi saat ini warga membutuhkan jalan kokoh dan mulus untuk menjual hasil bumi ke kota, dan juga akses listrik yang memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi pada usaha sektor pertaniannya.

Beberapa potensi ekowisata yang ada yakni, bentang hutan, persawahan terasering, pemandian air panas, budaya pandai besi, dan kegiatan tradisional masyarakat lainnya. Kalau penasaran ingin menelusuri hutan atau bermain di pemandian air panas, silakan kunjungi Desa Mekarjaya.


Foto-fotonya...



Editor: DJSetiawan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!