Pesenam Olimpiade Ikut Jadi Korban

Tagihannya meningkat tajam setelah ia terus-terusan bermain Pokemon Go.

Kamis, 04 Agus 2016 16:43 WIB

Kohei Uchimura. Foto: Wikipedia

KBR, Jakarta- Sejumlah peristiwa nahas dilaporkan menimpa penikmat game "Pokemon Go". Saking asiknya mengejar pokemon, penikmat game ini seringkali tak menyadari bahaya yang mungkin menimpa. Beberapa orang dilaporkan terlibat kecelakaan lalu lintas hingga tercebur ke sungai saat sedang berburu pokemon. Sekarang giliran pesenam Olimpiade asal Jepang, Kohei Uchimura. Peraih 6 kali juara senam dunia ini terkejut bukan main ketika harus membayar tagihan telepon sebesar 500.000 yen atau sekira Rp70 juta. Tagihannya meningkat tajam setelah ia terus-terusan bermain Pokemon Go.

Beruntung, operator seluler langganan Uchimura bersedia mengurangi tagihan teleponnya setelah ia berkomitmen akan mengurangi pemakaian paket data-nya menjadi 3.000 yen atau sekira Rp 390.000 per harinya. "Aku sangat beruntung," kata Uchimura pada media Jepang, Kyodo pada Rabu (03/08) waktu setempat. Saat ini Uchimura ikut serta dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016 untuk membela negaranya. Ia pernah meraih medali emas di cabang senam saat mengikuti Olimpiade London musim 2012. 

Nikkan Sport bahkan memprediksi meski tak beruntung menangkap Pokemon, namun ia dipastikan mendapat medali emas Olimpiade. 

Diperkirakan sebanyak 9,5 juta orang memainkan Pokemon Go setiap hari. Setelah mendapat komplain karena menguras daya tahan baterai, Niantic akan kembali mengaktifkan fitur battery saver pada versi 1.0.3 untuk pengguna IOS. Sebelumnya fitur tersebut dihilangkan karena dinilai mengganggu jalannya permainan.  Versi terbaru ini juga dilengkapi dengan pemberitahuan agar pengguna lebih berhati-hati terhadap lingkungan disekelilingnya.(mlk)


 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Permintaan PAN Mundur Dari Kabinet Bisa Jadi Masukan Presiden

  • Dua Eksekutor Penembak Gajah di Aceh Tengah Ditangkap
  • Diduga terkait Terorisme, Kuwait Usir Duta Besar Iran
  • Marcos Rojo Terancam Absen sampai 2018

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.