Nantikan filmnya 1 September 2016 mendatang ya! (Foto: movie.co)

Nantikan filmnya 1 September 2016 mendatang ya! (Foto: movie.co)

KBR, Jakarta – Sutradara Nia Dinata masih ingat kenangan masa kecilnya, ketika ia kerap menonton film bersama sang nenek. 

“Dari kecil aku nonton film “Tiga Dara” sama nenekku,” kenang Nia Dinata dalam perbincangan Ruang Publik, Jumat (12/8/2016). 

“Kalau siang disuruh tidur dulu, supaya malam bisa nonton karena dulu film itu tayangnya jam 10 malam. Keakraban keluarga itu yang menginspirasi.” 

Dari menonton film “Tiga Dara” sewaktu kecil, maka lahirlah film musikal “Ini Kisah Tiga Dara” yang dibesut oleh Nia Dinata. 

“Aku nggak punya saudara perempuan. Jadi kebayang serunya punya saudara-saudara perempuan (seperti itu). Ya khayalanku (diwujudkan) lewat film ini,” tutur Nia bersemangat. 

Nia menyebut film “Ini Kisah Tiga Dara” terinspirasi dari film “Tiga Dara” karya sutradara Usmar Ismail yang lahir 60 tahun lebih awal. Pada masa itu, film “Tiga Dara” sangat populer sampai-sampai Presiden Soekarno memutarkannya secara khusus di Istana Bogor dalam rangka ulang tahun sang istri, Hartini, pada 20 September 1957. Film ini sudah direstorasi selama lebih setahun di Bologna, Italia, sehingga kisah Nunung, Nana dan Nenny bisa dinikmati lagi di sejumlah bioskop mulai Kamis (11/8/2016) lalu. 

Kisah Gendhis, Ella dan Bebe

“Ini Kisah Tiga Dara” membawa penonton bepergian jauh ke Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

“Ceritanya kan di film ini mereka melakukan bisnis keluarga. Kalau pilih lokasi di Jakarta, basi ya...” jelas perempuan yang kerap disapa Teh Nia ini menjelaskan. 

“Pinginnya di daerah yang masih baru untuk pariwisata Indonesia. Selain itu, kebetulan di sana ada hotel yang masih baru banget dan kecil. Persis seperti yang aku mau. Hotel itu masih soft opening, jadi bisa kita pakai syuting.”

Nia menjelaskan, ada perbedaan antara film karya Usmar Ismail dengan karyanya sendiri. 

“Kalau film “Tiga Dara” ketika menyanyi, itu bukan suara mereka sendiri. Tapi kalau sekarang, ketika mereka menyanyi, itu benar-benar suara mereka sendiri. Selain itu, dulu karakter nenek (diperankan Fifi Young – red) tidak ada adegan menyanyi, kali ini karena ada Titiek Puspa, tentu ada adegan menyanyi,” jelasnya. 

Sama seperti di film “Tiga Dara”, di film ini sang nenek digambarkan khawatir dengan kisah percintaan cucu-cucunya. Ia ingin mencarikan jodoh untuk mereka. 

Tara Basro kebagian memerankan Ella, cucu nomor dua. Ia mengaku belum kenal dengan film “Tiga Dara” ketika ditawarkan bermain sebagai salah satu tokoh utama di film “Ini Kisah Tiga Dara”. Tapi ia merasa terkesan dengan film karya tokoh perfilman nasional, Usmar Ismail ini. 

“Seperti mengalami time travelling! Lihat kostumnya juga pada masa itu, keren banget! Dan masih sangat relevan dengan kondisi sekarang, (salah satunya) seperti hubungan keluarga itu,” kata perempuan bernama lengkap Andi Mutiara Pertiwi Basro itu.

Ia merasa ada tantangan tersendiri dalam membawakan peran Ella – atau, Nana, dalam versi lawas yang dimainkan oleh Mieke Wijaya. 

“Bedanya dengan yang dulu (Nana –red), Ella itu sangat kekinian, sangat outgoing. Dia menjadi perekat bagi semua orang di film ini. Karena Ella anak tengah, dia juga punya konflik tersendiri, terjepit di antara kakaknya, Gendhis, dan adiknya, Bebe.”

Film-film terakhir yang dimainkan Tara sebelum ini diantaranya adalah “Pendekar Tongkat Emas” dan “A Copy of My Mind”. Ia mengaku bermain di film ini lebih sulit ketimbang sebelumnya. 

“Saya senang dalam berakting dapat kesempatan berbagai peran. Ini jadi tantangan baru. Selama syuting berat banget.... sambil nari, akting juga. Harus konsentrasi berbagai macam hal,” papar Tara kepada KBR. 

Ia menyebut, meski ada banyak tantangan, ada banyak hal berkesan juga yang diperoleh. “Utamanya adalah pengalaman baru, karena ini film musikal. Saking serunya, proses produksi ini lebih mirip liburan bareng!”

Respons 

Di Indonesia, tidak banyak film musikal yang diproduksi oleh sineas tanah air. Nia Dinata mengaku belum tahu bakal seperti apa animo masyarakat terhadap film besutannya ini. 

Ia hanya berpesan supaya publik bisa menikmati film ini, sekaligus menangkap pesannya.

“Di sini ada musik dan lagu yang bercerita. Intinya, perempuan harus bisa ambil keputusan sendiri. Tak perlu terlalu sulit membawa hidup, fun saja! Apakah mereka bakal mengikuti apa kata neneknya, atau mengambil jalan mereka masing-masing? Tonton saja filmnya!” kata Nia tak rela membocorkan. 

Film “Ini Kisah Tiga Dara” baru bisa dinikmati mulai 1 September mendatang. Sementara itu, Anda bisa time travelling seperti yang dilakukan Tara Basro dengan menonton film “Tiga Dara” hasil restorasi 4K di sejumlah bioskop tanah air. 

Ruang Publik dapat disimak Senin hingga Jumat pukul 9 WIB melalui streaming di www.kbr.idatau zeemi.tv dan melalui radio-radio jaringan KBR di kota Anda.

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!