Matt Damon. Foto: Antara

KBR- Kembali tampilnya aktor Matt Damon dalam film sekuel Jason Bourne kembali menempatkan film tentang aksi mata-mata itu dalam jajaran film terlaris di Amerika. 

Film berjudul 'Jason Bourne' itu mampu meraih pemasukan 60 juta dolar Amerika (Rp788 miliar) selama pekan pertama pemutaran. Meskipun angka itu masih lebih rendah dibanding sekuel terakhir 'The Bourne Ultimatum' yang meraih 69,3 juta dolar AS pada 2007. 

Kembali tampilnya Matt Damon juga mengobati kerinduan para fans Jason Bourne. Namun, peluncuran film 'Jason Bourne' kali ini mengundang kritik pedas pada sang aktor. 

Matt Damon dikritik karena dalam film terbarunya ia tampil dengan menonjolkan penggunaan senjata. Padahal selama bertahun-tahun, Matt Damon termasuk di barisan pesohor Amerika yang bersikap anti-gun (anti penjualan senjata secara bebas) dan mendesakkan adanya pengendalian penjualan senjata. 

Ada ratusan nama pesohor lain di Amerika yang mendukung pengendalian senjata. Namun yang mengejutkan, banyak diantaranya adalah aktor yang dalam penampilannya akrab dengan senjata. Selain Matt Damon ada Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, Sean Connery, Danny de Vito dan Mark Wahlberg. 

Aktor Amerika Tyson Beckford tidak mempersoalkan honor besar yang diperoleh Matt Damon dari franchaise film 'Jason Bourne'. Namun ia mengkritik sikap Matt Damon soal senjata. Tyson Beckford bahkan menyebut Matt Damon sebagai hipokrit alias munafik atau berpura-pura.

"Itu keren (honornya). Jika kamu bisa mendapatkannya, ambil saja (honor itu). Tetapi saya pikir, bukankah dia itu seorang yang antisenjata? Aku lihat kamu bawa senjata besar, dan kamu dapat uang. Dia berdalih tidak terlalu familiar, mestinya kamu tidak perlu duduk di sana dan mengkritik senjata, sementara senjata itu membuatmu dapat banyak uang. Kalau aku? Aku tidak main (sikap) itu. Ini Hollywood. Kamu boleh berbohong dan dibayar dan dapat uang. Ambil uangmu, Matt," kata Tyson Beckford.

Dikabarkan Matt Damon mendapat bayaran 25 juta dolar AS (Rp328 miliar) dari perannya sebagai Jason Bourne di sekuel terbarunya. Padahal dalam film itu Matt Damon hanya mengucapkan 25 baris dialog saja.

Kritik juga datang dari kalangan konservatif di Amerika. Mereka menyoroti Matt Damon yang pergi ke Selandia Baru untuk mempromosikan film "Jason Bourne", sedangkan di Sydney Australia, ia ikut bicara mengenai perlunya pengendalian senjata dan pengetatan pemilikan senjata di Amerika, pasca penembakan massal di Orlando, beberapa waktu lalu. 

"Mengagumkan apa yang dilakukan Australia, karena di sini tidak ada aksi penembakan massal, sejak kalian mengatakan 'Tidak, kami sudah lebih bijaksana mengenai hal ini'. Dan tidak ada orang yang haknya dilanggar,  kalian semua baik-baik saja," kata Matt Damon dalam sebuah wawancara di Sydney beberapa waktu lalu.

"Saya berharap kami di Amerika juga bisa lebih bijaksana, namun mungkin itu tidak akan pernah terjadi seumur hidup saya," kata Damon.

Australia baru-baru ini memang merayakan 20 tahun keluarnya peraturan pengendalian senjata, pasca peristiwa penembakan massal yang menewaskan 35 orang di tahun 1996. 

Karena itu, Matt Damon pun mendesakkan peraturan serupa juga diberlakukan di Amerika. Namun ini disikapi nyinyir banyak pihak, terutama di media sosial. Mereka mengkritik Matt Damon yang memperoleh banyak penghasilan dari film-film aksi dengan senjata api, namun menginginkan pengendalian senjata api.(mlk)

Sumber: Telegraph/Inquisitr/HuffPost/New York Daily News 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!