VIDEO: Iwan Fals Mengaku Coblos Kedua Capres

Tidak merasa kenal dengan kedua capres.

Sabtu, 09 Agus 2014 22:43 WIB

Iwan Fals, Pilpres 2014, Jokowi, Prabowo

KBR, Jakarta – Penyanyi legendaris Iwan Fals mengaku mencoblos kedua calon presiden, baik Prabowo Subianto dan Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2014 lalu. Menurut Iwan Fals, pilihan ini dilakukan bukan karena ia tidak siap berdemokrasi, melainkan karena ia mengaku tidak paham dengan politik. 


“Saya baca program keduanya tapi saya tidak merasa kenal,”


“Saya mengurus gitar, (kunci) C, G bikin pusing kepala saya. Bukan saya tidak peduli, tapi saya tidak paham,” katanya dalam siaran di KBR dan Green Radio, Jumat (8/8/2014). 


Iwan mengakui kalau banyak yang menaruh harapan pada dirinya untuk mengungkapkan siapa calon presiden yang dipilihnya. Ia pun mengaku tidak khawatir soal siapa yang bakal jadi Presiden Indonesia berikutnya. 


“Saya nggak merasa khawatir karena banyak orang pandai yang memikirkan ini, bagaimana mensejahterakan hidup orang lain. Saya dukung orang seperti itu,” jelas Iwan. 


Iwan Fals menegaskan kalau kebebasan berekspresi dengan mengungkapkan siapa capres yang dipilih itu penting, tapi bagi penyanyi bernama asli Virgiawan Listianto menegaskan hukum juga penting. 


“Kenapa kok bisa lolos jadi calon presiden? Itu jadi pertanyaan penting. Artinya, orang itu baik kan, ya sudah.”


“Kalaupun ada kekhawatiran, ada cerita-cerita, itu wajar,” katanya menambahkan. 


Simak videonya di sini:


Baca juga: Iwan Fals: Saya Tidak Paham Politik 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik