KBR, Jakarta – Lagu-lagu Iwan Fals banyak diilhami oleh tokoh-tokoh yang dikagumi penyanyi legendaris ini. Puisi dari Rendra, gagasan dari seorang tokoh, pemikiran jurnalis adalah sedikit dari aneka sumber inspirasi dari lagu-lagu Iwan Fals. 


Ini dia tokoh-tokoh di balik lagu-lagu Iwan Fals:


1. WS Rendra 


Willibrordus Surendra Broto Rendra atau WS Rendra adalah penyair besar Indonesia. Nama panggilan Rendra yaitu Willy dijadikan judul lagu oleh Iwan Fals di album Ethiopia (1986). Saat itu ‘si Burung Merak’ dikabarkan sedang menyendiri di tempat yang diketahui banyak orang karena ancamandari pihak penguasa. Saat itu puisi-puisi Rendra banyak menyuarakan soal kritik sosial dan sindiran politik. Lewat lagu “Willy”, Iwan Fals menyuarakan rasa rindunya kepada sang penyair yang seolah hilang ditelan bumi. 


Di mana kini kau berada?/Tetapkah nyaring suaramu?/Si mata elang dari Jogjakarta/


Resahkah kamu?/Kurindu sorot matamu/Yang tajam belah malam


Rendra juga membuat lirik di beberapa lagu Kantata Takwa, band yang berisi musisi dan seniman kawakan Indonesia, salah satunya adalah Iwan Fals. 


2. Muhammad Hatta 


Hatta lebih dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Tak banyak yang tahu kalau ia pernah mencari dukungan dari luar negeri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Pemerintah Belanda yang ngin menjajah kembali. Untuk itu, Hatta menyamar menjadi seorang co-pilot bernama Abdullah dan terbang ke India. Di sanalah ia bertemu dengan Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi. Setelah pertemuan itu, Nehru berjanji akan membantu Indonesia dengan protes dan mendesak PBB mengeluarkan resolusi untuk menghukum Belanda. 


Terbayang baktimu/ terbayang jasamu


“Kita sudah cukup begini. Kita hanya punya nama baik, itu saja yang harus kita jaga terus.”


Terbayang jelas jiwa sederhanamu


Penggalan lirik itu juga tidak kalah pasnya untuk mengapresiasi sifat terpuji sang proklamator di lagu yang berjudul “Bung Hatta” (album SarjanaMuda). 


3.Udin


…Hari ini kisahmu abadi/ Berbaring lah kawan/ Berbaringlah dengan tenang/ 

Matinya seorang wartawan/  Bukan matinya kebenaran…


Penggalan lirik dari “Lagu Buat Penyaksi’ (Lagu untuk Udin) di album Kantata Samsara itu diciptakan untuk mendongkrak semangat menuntaskan kasus Udin, sekaligus menegaskan posisi wartawan sebagai pilar demokrasi.  Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin adalah wartawan Harian Bernas Yogyakarta. Ia tewas setelah mengalami gegar otak akibat dianiaya orang tak dikenal di sekitar rumahnya dengan batang besi yang dipukulkan ke kepalanya. Udin kerap menulis artikel kritis soal kebijakan Pemerintah Orde Baru dan militer. Sebelum tewas, Udin menulis laporan tentang adanya surat kaleng berkaitan dengan proses pemilihan Bupati Bantul periode 1996-2001. Kasus Udin juga diangka dalam film documenter “Kabar, Kubur, Kabur”. 


4. Munir


Munir Said Thalib dibunuh pada tanggal 7 September 2004 di pesawat

Dalam perjalanan untuk melanjutkan studi S2 hukum humaniter di Universitas Utrecht, Belanda. Aktivis HAM yang pernah menerima Serdadu Awards dari Organisasi Seniman dan Pengamen Jakarta ini tewas karena arsenic. Lagu “Pulanglah” merupakan persembahan dari Iwan Fals untuk Munir. 


Keberanianmu mengilhami jutaan hati/ Kecerdasan dan kesederhanaanmu jadi impian


“Mendengar nama Munir saja cukup jadi semangat saya. Padahal saya ini hanya kena energinya, kena kabar-kabarnya,” kata Iwan Fals seperti dikutip dari film dokumenter “Kiri Hijau, Kanan Merah”. 


Simak program baru "Fals Mania" setiap Kamis mulai 7 Agustus 2014 pukul 19.00 - 21.00 WIB di Green Radio 89.2FM Jakarta. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!