kota tua, Boekhandel, JOTRC, Fiesta Fatahillah, Amin Shabana

KBR, Jakarta - Tak ingin membiarkan bangunan bersejarah terbengkalai, Jakarta Old Town Revitalization Corp (JOTRC) bersama Jakarta Endowment for Art and Heritage (Jeforah) berkomitmen untuk memberikan jiwa baru ke dalam bangunan Boekhandel G. Kolff & Co serta bangunan lainnya di kawasan Kota Tua.

JOTRC bertugas untuk memugar bangunan cagar budaya yang rusak, sementara Jeforah berperan dalam memberikan fungsi pada bangunan. Kedua lembaga ini digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program revitalisasi ini pun akan melibatkan BUMN, pengusaha swasta, budayawan, aktivis, serta komunitas ibu kota. BUMN dibutuhkan mengingat sebagian besar gedung di Kota Tua adalah milik mereka.

Peluncuran proyek revitalisasi Kota Tua dilakukan pada 14 Maret 2014 lewat acara “Fiesta Fatahillah” di Kota Tua. Proyek besar JOTRC adalah merevitalisasi 85 bangunan lama yang ada di kawasan Kota Tua dalam waktu 20 tahun. Gedung-gedung rencananya akan dikembalikan seperti bentuk semula.

Manajer Program JOTRC, Amin Shabana mengatakan JOTRC akan menambah unsur komersial seperti tempat makan ataupun toko cinderamata untuk menghidupkan kawasan tersebut. Syaratnya, tambah Amin, tidak merusak situs sebagai cagar budaya.

“Tujuan utamanya mengembalikan kota tua sebagai center of excellence, yang dulu sebagai pusat perdagangan dan pusat pemerintahan. Menjadi tempat untuk to live, to work, to play tapi dengan mempertahankan cagar budaya yang ada di sini,” jelas Amin. Konsep utamanya adalah mengintegrasikan yang baru dengan yang lama.

Wajah baru

Gedung pertama yang ditangani JOTRC adalah Gedung Pos Indonesia, yang letaknya di seberang Museum Fatahillah. Tak hanya fisik yang dipoles, lantai dua kantor pos sekarang difungsikan sebagai galeri seni.

Semula lantai 2 kantor pos ini terbengkalai begitu saja dan digunakan warga sekitar untuk tempat main biliar. Akibatnya fisik bangunan rusak, misalnya tembok dipaku secara sembarangan dan lantai ditimpa meja biliar padahal ini adalah gedung bersejarah sejak zaman Belanda.

Di tangan JOTRC, gedung pos ini disulap berwajah baru. Lantai dasar dibenahi bangunan fisiknya. Ada ruangan kaca yang ditambahkan di sana. Ruang kaca berdiri di atas lantai tingkat kayu sehingga tak langsung menempel ke ubin, sementara dindingnya tak menempel dengan tembok asli bangunan. “Seperti ada kotak di dalam kotak,” jelas Amin.

Sementara di lantai 2, bangunan disulap menjadi Galeri Fatahillah. Ada 46 karya seniman ternama Indonesia dipamerkan seperti Agus Suwage, Arin Dwihartanto, Dolorosa Sinaga, dan lainnya. JOTRC berencana terus menambah karya-karya dalam galeri agar dapat terus memikat pengunjung.  Galeri inilah yang menjadi jiwa baru bagi Gedung Pos Indonesia yang sudah berdiri sejak zaman Belanda.

Seberapa serius proyek revitalisasi Kota Tua ini? 


Kota Tua Jakarta: Memberikan Jiwa Baru pada Raga yang Lama (3)


Simak galeri fotonya di sini


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!