Konser Nyanyian Raya, Iwan Fals Nyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza

Kamis, 07 Agus 2014 12:34 WIB

konser nyanyian raya iwan fals

KBR, Jakarta – Di Konser Nyanyian Raya yang rencananya diselenggarakan pada 1 November 2014 mendatang, Iwan Fals akan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dalam versi tiga stanza. 


“Memang panjang, tapi inilah “Indonesia Raya”. Saya buka Undang-undang soal etika membawakan lagu “Indonesia Raya”, ternyata nggak masalah juga membawakan versi yang panjang.”


Menurut Iwan, ia mengaku sedih kalau lagu dipotong-potong seperti lagu “Indonesia Raya” versi pendek yang lebih banyak diperdengarkan. 


“Saya merasa kok lagu yang begitu indah, kok enak saja dipotong-potong. Kan masih ada dua stanza lagi. Padahal stanza yang kedua itu bagus-bagus. Ada ‘tanah suci’, ‘Indonesia yang bahagia’, ‘yang mulia’, sementara yang kita nyanyikan ‘tumpah darah’ melulu.”


“Kita akan nyanyi lagu kebangsaan tiga stanza. Kalau sukses, rekor pecah,” begitu harapan Iwan Fals.  


Konser Nyanyian Raya tanggal 1 November nanti ditargetkan akan mendatangkan 4 juta penonton dan diselenggarakan di Monas. Iwan Fals berharap konser ini bisa mengukuhkan lagi nilai silaturahmi dan menyatukan masyarakat yang terpecah-pecah akibat Pilpres 2014. 


“Nyanyian Raya ini jadi penting karena kita kan terbelah – wartawan, keluarga, semua terbelah jadi dua. Mudah-mudahan Nyanyian Raya bisa menyatukan. Lantas kita kerja sekarang. Lebur di situ jadi Indonesia lagi.”


Simak program baru “Fals Mania” di 89.2 FM Green Radio mulai Kamis 7 Agustus 2014 pukul 19-21 WIB


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.