Iwan Fals, Fals Mania

KBR, Jakarta - Suhardi adalah seorang supir truk. Tini adalah pelayan warung kopi. Dalam kehidupan sehari-hari, kedua profesi tersebut seringkali bersinggungan. Keduanya telah “insaf” dari profesi mereka yang sebelumnya yaitu sugali (preman) dan pekerja seks. Witing tresno jalaran soko kulino, cinta datang karena terbiasa. Pertemuan yang berlangsung terus menerus akhirnya mencapai puncaknya di pelaminan. Sayangnya setelah pernikahannnya, Suhardi dipecat dan kembali lagi menekuni profesi lamanya sebagai preman. Selama menjadi preman, Suhardi tidak balik ke rumahnya entah mati atau kawin lagi. Akhirnya sang istri memutuskan untuk kembali lagi menjadi pekerja seks komersial setelah ditinggal suaminya.


Cerita di atas adalah ilustrasi yang dibangun penulis untuk lagu Iwan Fals yang berjudul ‘Mbak Tini’. Lagu ini menjadi salah satu penyebab Iwan Fals diinterogasi selama 14 hari bersama dengan lagu ‘Demokrasi Nasi’ yang juga dibawakan pada Konser Iwan Fals di Pekan Baru pada tahun 1984. Iwan Fals ditangkap lantaran dianggap menghina kepala negara dan ibu negara lewat lagunya. Di atas panggung Iwan Fals mengganti nama Suhardi menjadi Suharto, presiden yang berkuasa pada jaman itu. Sementara nama Tini bila dilafalkan bunyinya mungkin agak mirip dengan bunyi ‘Tien’ nama ibu kepala negara saat itu.


Saat proses interogasi, Iwan Fals bersikeras bahwa lagu itu diciptakan bukan dengan maksud menghina kepala negara dan ibu negara, dan akhirnya memang tidak terbukti.Petugas yang menginterogasi Iwan adalah seorang keturunan Batak. Petugas yang menginterogasi Iwan Fals itu kemungkinan kagum terhadap pribadi dan lagu-lagu Iwan Fals, karena akhirnya ia memberikan marga kepada Iwan Fals yaitu Siahaan.


Proses interogasi di KOREM 031 Pekanbaru itu lantas menginspirasi Iwan Fals untuk menciptakan lagu lainnya yang berjudul “14-04-84”. Isinya bercerita tentang kerinduannya terhadap sang istri dan anaknya, serta pesan terhadap sang istri untuk mendidik anak mereka menjadi pemberani. 


Simak progam baru "Fals Mania" setiap Kamis mulai 7 Agustus 2014 pukul 19.00 - 21.00 WIB di Green Radio 89.2FM Jakarta. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!