Pokemon Go sedang hits di dunia. (Foto: ndtv.com)

Pokemon Go sedang hits di dunia. (Foto: ndtv.com)

KBR – Dunia sedang tergila-gila game terbaru buatan Pokemon Company dan Nintendo, yaitu Pokemon Go. Meski server berkali-kali mati, penggemarnya tak gentar untuk terus mencoba mengunduh dan memainkan game ini. Pokemon Go seperti menghadirkan fantasi dunia Pokemon di layar ponsel Anda -- dengan akses GPS dan jam di ponsel pintar Anda, game ini bisa tahu persis di mana dan kapan Anda berada di dalam game tersebut. Berbagai tokoh dari dunia Pokemon seperti Pikachu akan dihadirkan di layar ponsel, tepat di mana Anda berada saat ini. Tugas Anda dalam game tersebut adalah menangkap tokoh Pokemon yang muncul di depan Anda – tepatnya, di layar ponsel Anda. 

Game ini bisa diunduh secara gratis di Android dan iOS. Di awal peluncurannya, awal Juli lalu, Pokemon Go menduduki posisi pertama Top Free dan Top Grossing di iTunes App Store. Sementara di Google Play Sotre, game ini juga menempati peringkat pertama Top Free dan Top New Free. Game ini dirilis pada 6 Juli lalu di Australia dan Selandia Baru, disusul di Amerika Serikat keesokan harinya. Sejauh ini belum ada informasi kapan game ini akan dirilis di Indonesia. 

Data dari Similar Web menyebutkan, game ini sudah diunduh di 5% dari seluruh ponsel Android di Amerika Serikat. Game ini bahkan diperkirakan bakal memiliki pengguna aktif lebih banyak ketimbang Twitter. Para pemain Pokemon Go ini juga aktif menggunakan game selama 43 menit per hari – lebih lama dibandingkan rata-rata penggunaan WhatsApp, Instagram, Snapchat dan Facebook Messenger. 


Game Pokemon Go menghadirkan fantasi ini lewat augmented reality atau realitas tertambah. Pokemon Go menggunakan kemampuan ponsel pintar untuk mengetahui waktu dan lokasi dan mengimitasi seperti apa jika dunia Pokemon betul-betul hadir di tengah kita. Misalnya, jika Anda ada di taman, maka akan muncul tokoh animasi Pokemon yang ada di taman. Atau jika ada di laut, maka tokoh Pokemon yang muncul adalah Pokemon jenis air. Sasaran game ini adalah orang dewasa yang di masa kecilnya kenal atau mungkin menjadi penggemar Pokemon. 

Pokemon adalah tokoh animasi dari Nintendo yang terkenal di akhir 1990an. Generasi pertama Pokemon terdiri dari 151 tokoh tapi sekarang ada lebih dari 700 tokoh yang hadir. Di game Pokemon Go, tokoh yang tersedia ada 151 buah. Game Pokemon Go ini seperti memenuhi fantasi para penggemarnya: bagaimana kalau Pokemon itu nyata dan hidup di tengah kita? 

Belum lama game ini meluncur, Pokemon Go sudah bawa korban. Kepolisian Missouri, Amerika Serikat, mengeluarkan peringatan: pencuri bersenjata diyakini menyasar orang-orang yang mencari Pokemon. 

Polisi Missouri menyebut, para korban tengah memainkan Pokemon Go, yang mencari tokoh-tokoh Pokemon di tempat nyata dengan bantuan GPS pada ponsel pintar mereka. Ada empat tersangka pencurian bersenjata yang menggunakan Pokemon Go untuk mencari korban yang tengah mengejar tokoh Pokemon yang muncul di ‘depan’ mereka. Dengan fitur geolokasi, korban diarahkan untuk menuju ke tempat yang sepi, lantas menjadi sasaran pencurian tersebut. 

Korban-korban Pokemon Go terus berjatuhan begitu game ini dirilis. Di Washington, keluar peringatan untuk tidak memainkan Pokemon Go selagi berkendara. Ada juga pengguna Pokemon Go yang masuk ke rumah sakit karena tengah mengejar tokoh Pokemon. Di Australia juga muncul peringatan untuk ‘jangan lupa melihat ke jalanan, dan tidak hanya melihat ke layar ponsel, supaya tidak tersandung’. (Vox, BBC, The Guardian) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!