Ayo istirahat sebentar! (Foto: Bloomberg)

Ayo istirahat sebentar! (Foto: Bloomberg)

Sebuah penelitian menemukan bahwa para pegawai kontoran yang bekerja 8 jam sehari meningkatkan resiko kematian dini hingga 60 persen. Penelitian itu menyebut, lebih dari 5 juta kematian tiap tahun disebabkan kurangnya aktivitas fisik. Jumlah ini hampir sama dengan angka kematian yang diakibatkan rokok, dan lebih tinggi ketimbang kematian akibat obesitas.

Karena itu, penelitian itu juga menyarankan sebaiknya para pekerja kantoran ini istirahat dan melakukan olahraga ringan selama satu jam untuk mengurangi resiko mematikan yang mereka hadapi. Sedikitnya 5 menit dalam setiap jam sebaiknya dipakai untuk aktivitas olahraga ringan – bisa dilakukan pada waktu makan siang dan rehat sore hari.

Kepala peneliti dari Universitas Cambidge dan Norwegian School of Sports Sciences, Prof Ulf Ekelund mengatakan, pilihan olahraga ringan yang bisa dilakukan misalnya jalan cepat atau bersepeda.

“Anda tidak perlu berolahraga berat atau pergi ke pusat kebugaran, cukup dengan jalan santai di pagi hari, saat makan siang, setelah makan malam. Anda bisa membagi waktu sesuka hati tapi harus sekurangnya satu jam sehari,” jelas Prof Ulf Ekelund.

Banyak pekerja kantoran, terutama para pekerja yang juga penglaju, akan sulit menghindari kebiasan duduk dalam waktu lama. Tapi menurut peneliti, itu bukan alasan untuk tidak istirahat sejenak. 

“Istirahatlah lima menit tiap satu jam, pergi ke kantor sebelah, berjalan untuk bikin kopi atau berjalan menuju printer,” kata Prof Ekelund. “Kreasikan aktivitas fisik dalam keseharian anda.”

Peneliti lain dari the Federal University of Pelotas in Brazil, Dr Pedro Hallal, menegaskan, terlalu banyak duduk dan sedikit beraktivitas fisik dalam sehari adalah kombinasi mematikan.

Penelitian tersebut memang tidak dapat menunjukan kenapa duduk terlalu lama dapat beresiko, tapi para ilmuwan mengatakan bahwa aktivitas atau gerakan tubuh kita dapat membantu metabolism. Sementara itu, kebiasan duduk lama dapat mempengarugi hormon seperti leptin yang mengatur keseimbangan energi. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet itu melibatkan 1 juta orang dewasa, mayoritas berumur lebih dari 45 tahun, diklasifikasikan berdasarkan tingkat aktivitas fisiknya, mulai lebih dari lima menit sehari hingga lebih dari satu jam serta berdasarkan durasi yang dihabiskan ketika duduk.

Mereka yang duduk sekurangnya delapan jam sehari dan hanya melakukan aktivitas fisik kurang dari lima menit, rata-rata angka kematiannya mencapai 9.9 persen.

Bagi mereka yang menghabiskan waktu duduk yang sama tapi melakukan aktivitas fisik paling tidak satu jam, angka kematiannya turun hingga 6.2 persen. Kanker dan penyakit jantung adalah dua penyakit yang kemungkinan disebabkan kurangnya aktivitas fisik.

Para peneliti juga mengatakan kebiasan manusia modern yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan dilanjutkan dengan menonton televisi sepulang kerja sudah terbukti dapat menyebabkan kematian.  (cit)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!