Game

KBR-Jakarta Anak Anda kecanduan main game? Nah, bagaimana kalau kecanduan tersebut dimanfaatkan untuk membuat game juga? Lebih seru, kreatif dan keren tentunya. Jadi, anak-anak tak hanya belajar programming, tapi bisa menjadi enterpreuner dengan membangun perusahaan gamenya sendiri. Wow..!

Nah, itu dia yang sekarang sedang digalakkan oleh Clevio Coder Camp. Tempat kursus ini, menciptakan aplikasi cerdik dari teknologi praktis untuk mengungkit kapasitas alami manusia agar lebih baik. Karena secara alami, anak-anak senang dengan game. Apalagi di era digital saat ini, dari kecil anak-anak sudah kenal dengan  gadget

Menurut Aranggi Soemardjan, Founder Clevio Coder Camp, di tempat ini, anak-anak bisa menyalurkan hobi bermain gamenya, tanpa menjadi anti sosial, bahkan bisa jadi pebisnis game. Untuk itu, ia ingin menciptakan program game yang bermanfaat bagi anak-anak. Ia mengaku, baru 2 tahun menjalankan bisnis ini, sudah banyak feed back dari para orang tua. 

"Ini ada positif dan negatifnya. Tapi kita berusaha bagaimana caranya  memperbanyak positifnya. Positfnya adalah, anak bisa belajar logika saat membuat program, misalnya  setelah A maka B. Game yang mereka bikin buat bukan game kekerasan, tapi game mengenai ilmu pengetahuan atau science dan  matematika. Padahal, di sekolah bisa jadi mereka kesulitan belajar matematika, lho ” ujar  Aranggi  saat berbincang pada program Obrolan Ekonomi KBR, Jum'at (03/07/2015).

“Anak-anak juga bisa belajar psikososial dengan kompromi, berdebat, persentasi, dan belajar enterpreunership. Jadi, kita berupaya bagaimana membuat mereka belajar sesuatu, bukan kepada mengajarinya,” tambahnya.


Aranggi Soemardjan, Founder Clevio Coder Camp (baju biru) saat berbincang bersama KBR  

Dalam proses pembuatan game, setiap kelompok ada yang bertugas sebagai desainer atau ilustrasi. Desain tersebut, lantas  diserahkan  ke programmernya. Selanjutnya, orang ketiga adalah project manager. Jadi, masing-masing personil harus belajar kompromi agar proyeknya jadi. Setelah itu, game yang mereka buat dijual di google play store atau boleh dijual di toko game online sendiri.

Nah, untuk membantu siswanya mempunyai ide keren untuk membuat game, Aranggi bersama para coachnya yang berjumlah 12 orang, memancing siswa dengan pertanyaan besar. Pertanyaan itu, harus bisa dipecahkan oleh para siswanya. Karena proses itu, maka terciptalah game yang mendidik dan bermanfaat.

“Ada game yang mengajarkan bapaknya agar suka dengan sayur.  Ada juga siswa yang membuat applikasi untuk ibunya, agar bisa menemukan di mana mobilnya diparkir, karena ibunya sering lupa lokasi parkir. Ada pula yang membuat aplikasi agar bapaknya bisa menghitung  sisa umurnya akibat kebiasaan merokok. Dan anak-anak tersebut, melakukan riset sendiri di google soal efek rokok yang membahayakan itu,” kata Aranggi,

Salah satu siswa yang belajar di Clevio Coder Camp adalah Reiner (9)  dan  Tio (7 ). Mereka berdua adalah kakak adik, yang  sudah 1 tahun belajar di Clevio.  Mereka sudah punya game buatan sendiri lho, namanya "The Science Journey". Game ini berisi kuis Ilmu Pengetahuan Alam. Gamenya sudah ada di Google Play Store, dan Anda bisa membelinya di sana. Keren, kan..?

Menurut Reiner yang saat ini duduk di kelas 5  SD, ada 3 orang yang membuat game tersebut.

“Game  The Science Journey ini, idenya dari trainer dan yang bikin design atau posternya adalah Tio. Dan ada satu orang temen lagi yang terlibat. Gamenya ada 4 tombol. Ada 3 tombol yang salah, dan  1 tombol  yang bener. Nah, kalau salah pencet tombol harus mulai dari pertama lagi. Mama Papa juga pernah main game ini, dan meraka senang,” ujar Reiner.


Reiner (kanan) dan Tio (kiri) saat ngobrol bersama di studio KBR 

Fajar Indrayanto, orang tua Reiner dan Tio, ikut menjelaskan kepada KBR,  kenapa dua anaknya ini suka dengan games.

“Waktu masih tinggal di Qatar, mereka berdua ini kecanduan mainan minecraft, sampai searching  ide untuk membuat minecraft. Jadi, saya bertekad, kalau pulang ke Indonesia harus cari sekolah yang bisa mengajarkan anak membuat game,” ujar Fadjar.

Baginya, dengan pengetahuan yang didapat di  Clevio Coder Camp, ia ingin melihat anaknya  membuat game seperti bermain game. Fun!  Anak-anak pun tak terlihat seperti tertekan atau terpaksa.

“Ide game The Science Journey ini, justru karena mereka tidak suka dengan science. Nah, dengan membuat game ini, tujuannya supaya science menjadi fun. Misalnya, bagaimana membuat pertanyaan tentang balon. Mereka  lantas googling, dan mencari tau balon itu terbuat dari apa, isinya apa, dan sebagainya,” tambahnya.


Fajar Indrayanto (baju pink) saat menjelaskan soal latar belakang anaknya yang menyukai game

Nah, Anda tertarik untuk menjadikan anak Anda fun dengan game sambil membuat game baru  ditempat ini? Syaratnya, minimal kelas 4  SD sampai 3 SMP.

Untuk di kelas liburan, level 1,2 dan 3, per anak dikenai biaya  Rp. 3 juta. Belajarnya  3 hari penuh, dari jam  8 pagi sampai -5 sore. Nah, mumpung musim liburan, pas sekali waktunya kalau mau belajar  membuat game. Pihak Clevio, akan menyediakan fasilitas menginap bagi Anda yang datang dari luar Jakarta.

Untuk kelas kecil, belajarnya setengah hari, biayanya Rp.1 juta. Paket ekskul, 1 jam dalam seminggu, Rp 350 ribu. Sedangkan untuk paket reguler Rp 650 ribu per bulan, dengan durasi belajar 2 jam dalam seminggu. Nah, untuk lebih lengkapnya lagi, silahkan mampir ke websitenya clevio.co. 


Game The Science Journey


Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!