Komet Langka Asal Jerman Ada di Istana Siak

Benda bernilai sejarah tinggi hingga kini masih tersimpan di berbagai istana kerajaan masa silam di Indonesia. Salah satunya bisa dijumpai di Istana Asseraiyah Al Hasyimiah yang dikenal dengan Istana Siak di Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provin

Selasa, 01 Jul 2014 11:19 WIB

Komet Langka, Asal Jerman, Istana Siak

KBR, Siak – Benda bernilai sejarah tinggi hingga kini masih tersimpan di berbagai istana kerajaan masa silam di Indonesia. Salah satunya bisa dijumpai di Istana Asseraiyah Al Hasyimiah yang dikenal dengan Istana Siak di Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Salah satu benda yang bernilai sejarah di istana itu salah satunya adalah kotak musik antik sejenis gramofon bernama Komet.   Kotak musick ini berisi musik-musik instrumental klasik Jerman abad ke VIII karya komponis terkenal, seperti Bethoveen, Mozart, dan Strauss. Komet ini dibawa Sultan Siak XI tahun 1896 sewaktu melawat ke Eropa.

Menurut Koordinator Pengelola Istana Siak, Zainuddin, Komet hanya ada dua di dunia yakni di Istana Siak dan di Jerman. Konon, Komet yang ada di Jerman sudah tidak dapat digunakan lagi.

Komet tersimpan di lemari kayu setinggi tiga meter dan lebar sekitar satu meter. Pada bagian pemutar ditutup dengan pintu kaca berukir klasik bertuliskan Komet Goldenberg & Zeitlin. Koleksi piringan baja berisi aransemen musik klasik tersimpan di laci bawah dan terawat dengan baik. Kotak music ini menyimpan 17 keping piringan baja. Setiap piringan berdiameter 90 cm. Piringan baja tersebut dibuat berlubang-lubang sesuai aransemen musiknya.

Kotak musik ini tidak memakai listrik. Untuk menjalankannya, engkol pegas pada sebelah kiri bagian dalam Komet diputar dengan tangan. Setelah itu piringan baja terputar dan jarum-jarum meniti lubang-lubang pada piringan untuk menghasilkan bunyi. Suaranya jernih. Sekilas mirip suara piano. Untuk satu putaran piringan, membutuhkan waktu antara 10-15 menit.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Said Muzani menuturkan, dulunya Komet ini digunakan untuk menghibur Sultan dan para tamu kerajaan saat istirahat setelah pertemuan. Karenanya, tempat Komet berada di ruang pertemuan Istana Siak. Karena usia Komet yang sudah tua, maka saat ini hanya dioperasikan saat ada tamu khusus saja.

Penasaran dengan kotak musik antik yang hanya ada dua di dunia ini? Berkunjunglah ke Istana Siak, di Kota Siak Sri Indrapura.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.