Biskuit Hiperebar dari Lembah Baliem

Republik Hiperebar luncurkan produk makanan ringan yang diberi nama Hiperebar. Makanan ringan yang diproduksi di Wamena, kabupaten Jayawijaya Papua tersebut, berbahan dasar organik dari produk pertanian setempat seperti ubi jalar atau bahasa setempat dise

Jumat, 05 Jul 2013 15:25 WIB

Biskuit Hiperebar, Lembah Baliem, papua

KBR68H, Jayapura – Republik Hiperebar luncurkan produk makanan ringan yang diberi nama Hiperebar. Makanan ringan yang diproduksi di Wamena, kabupaten Jayawijaya Papua tersebut, berbahan dasar organik dari produk pertanian setempat seperti ubi jalar atau bahasa setempat disebut hipere, kacang tanah, dan nanas.

Pendiri Republik Hiperebar, Kiloner Wonda menuturkan, Selain memproduksi hiperebar, ada 35 jenis olahan makanan lainnya yang semuanya berbahan dasar hipere diantaranya tepung hipere, roti, kue, dan kripik aneka rasa.

“Kandungan nutrisinya semua bahan lokal. Yang pertama tepung hipere, terus nanas dan kacang. Ini produk pertama yang kita luncurkan. Rencana ke depan kita akan tambahkan gizi lagi dari buah merah, dan kelapa hutan, itu rencana ke depan,” tutur Kiloner.

Pendiri Republik Hiperebar, Kiloner Wonda menjelaskan, khusus untuk hiperebar akan mulai diproduksi bulan ini. Dengan target produksi 16 ribu bar per bulan.

“Sementara ini kami baru memproduksi seribu bar, untuk satu kotak kami jual seharga Rp 100 ribu,” jelasnya

Dia menambahkan, untuk saat ini hanya dipasarkan di toko toko yang ada di Kota Wamena dan Jayapura sebagai oleh-oleh.  Namun untuk jangka panjang, nantinya akan dipasarkan hingga keluar Papua.

Menurutnya, hipere ini merupakan bisnis adat masyarakat Wamena. Karena sebagian besar penduduk Wamena menanam hipere tidak hanya untuk dimakan tapi juga dijual.

“Jadi kami ingin masyarakat bisa hasilkan uang dari ubi yang mereka punya. Kalau dipasarkan secara global, permintaan produksi pasti akan banyak dan masyarakat bisa menghasilkan uang yang banyak pula,” pungkasnya.


Editor: Antonius Eko

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi