Biskuit Hiperebar, Lembah Baliem, papua

KBR68H, Jayapura – Republik Hiperebar luncurkan produk makanan ringan yang diberi nama Hiperebar. Makanan ringan yang diproduksi di Wamena, kabupaten Jayawijaya Papua tersebut, berbahan dasar organik dari produk pertanian setempat seperti ubi jalar atau bahasa setempat disebut hipere, kacang tanah, dan nanas.

Pendiri Republik Hiperebar, Kiloner Wonda menuturkan, Selain memproduksi hiperebar, ada 35 jenis olahan makanan lainnya yang semuanya berbahan dasar hipere diantaranya tepung hipere, roti, kue, dan kripik aneka rasa.

“Kandungan nutrisinya semua bahan lokal. Yang pertama tepung hipere, terus nanas dan kacang. Ini produk pertama yang kita luncurkan. Rencana ke depan kita akan tambahkan gizi lagi dari buah merah, dan kelapa hutan, itu rencana ke depan,” tutur Kiloner.

Pendiri Republik Hiperebar, Kiloner Wonda menjelaskan, khusus untuk hiperebar akan mulai diproduksi bulan ini. Dengan target produksi 16 ribu bar per bulan.

“Sementara ini kami baru memproduksi seribu bar, untuk satu kotak kami jual seharga Rp 100 ribu,” jelasnya

Dia menambahkan, untuk saat ini hanya dipasarkan di toko toko yang ada di Kota Wamena dan Jayapura sebagai oleh-oleh.  Namun untuk jangka panjang, nantinya akan dipasarkan hingga keluar Papua.

Menurutnya, hipere ini merupakan bisnis adat masyarakat Wamena. Karena sebagian besar penduduk Wamena menanam hipere tidak hanya untuk dimakan tapi juga dijual.

“Jadi kami ingin masyarakat bisa hasilkan uang dari ubi yang mereka punya. Kalau dipasarkan secara global, permintaan produksi pasti akan banyak dan masyarakat bisa menghasilkan uang yang banyak pula,” pungkasnya.


Editor: Antonius Eko

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!