Aksi Pembebasan Tapol Papua, Kepolisian Manado Tahan 7 Aktivis

"Yang tersiksa itu pihak tandingan, mereka akan melakukan demo besok di mediasi dan didanai oleh TNI Polri,"

Rabu, 01 Jun 2016 14:19 WIB

Ribuan orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berunjuk rasa di Waena, Kota Jayapura, Selasa (31/5). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) masih berupaya membebaskan aktivis yang ditahan dalam aksi demonstrasi menuntut pembebasan aktivis dan referendum Papua. Menurut Ketua Umum KNPB Victor Yeimo, masih ada 7 orang yang ditahan kepolisian di Manado terkait aksi tersebut. 

kata dia, aktivis di Papua seperti Sentani sudah dibebaskan semua. Meski pun sempat ditangkap dan dianiaya oleh aparat keamanan.

"Manado 7 orang masih ditahan. Di Sentani sudah bebas semua. Situasi sudah kembali normal. Kita demo biasa saja. Yang tersiksa itu pihak tandingan, mereka akan melakukan demo besok di mediasi dan didanai oleh TNI Polri," jelas Ketua Umum KNPB Papua Victor Yeimo kepada KBR, Rabu (1/6).

Ketua Umum KNPB Papua Victor Yeimo menambahkan, ada upaya dari TNI Polri untuk melakukan aksi demontrasi tandingan dengan melibatkan orang-orang pendatang. Kata dia, orang-orang pendatang itu didanai oleh TNI Polri untuk melakukan aksi demontrasi yang disertai dengan pembakaran bendera bintang fajar dan KNPB serta pembakaran foto-foto aktivis KNPB. 

Kemarin KNPB menggerakkan ribuan orang mengelar aksi serentak di berbagai daerah. Aksi dilakukan untuk mendesak  dibebaskannya  tahanan politik Papua serta mendukung Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP). Dukungan dilakukan agar  diterima menjadi anggota penuh Melanesian Spearhead Group (MSG), sebuah forum diplomatik di Pasifik selatan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.