Teh talua khas Padang (Foto: Sindu Dharmawan)

Teh talua khas Padang (Foto: Sindu Dharmawan)

KBR, Padang- Anda hobi minum teh? Sesekali cobalah minum teh talua, minuman khas masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). 

Teh talua beda dengan teh yang biasanya Anda minum di rumah, terutama jika Anda bukan orang Padang. Teh ini bukan hanya campuran antara gula, teh, dan air. Di situ ada juga campuran susu, jahe, dan telur. 

Untuk telur, Anda bisa menggunakan telur ayam atau itik - semua tergantung selera. Minum teh talua tak harus di kafe, kata Fajri, salah satu pramusaji di Bagan Resto. Hampir semua warung menyediakannya, kata dia. 

"Ini minuman tradisional, biasanya diminum usai bekerja atau pas butuh tambahan stamina," tutur remaja asli Padang ini. Lelaki berambut pendek ini menjelaskan, teh talua dipercaya masyarakat sebagai penambah stamina dan penghilang rasa capek. 

"Bisa mengentalkan sperma juga lho," ujarnya serius. 

Kini teh talua lebih kaya rasa dan bentuk jika dibandingkan versi awalnya. Sekarang teh talua bisa ditambah foam di atas teh, lengkap dengan lukisan dengan susu cokelat sebagai tintanya. Foam ini, menurut Fajri, terbentuk akibat campuran susu dan telur yang diblender. Ini dilakukan sebelum menuangkan rebusan teh dan irisan jahe yang telah mendidih. Proses blender juga berfungsi mematangkan telur. 

Kreativitas ini bergantung lokasi tempat menjualnya. Namun, Fajri tak bisa menjelaskan sejak kapan teh talua mulai berubah rasa dan tampilannya. "Yang saya tahu sudah mulai berubah saat masyarakat mulai modern. Tapi, fungsinya sama dan lebih kaya rasa," katanya seraya coba mengingat. Fajri mengklaim, jika ada yang menyajikannya di luar Kota Padang, pastilah dia orang Minang.

Teh ini terasa agak seperti jamu, dengan campuran aneka bahan yang membuatnya menjadi kental. Bagi yang tidak terlalu suka manis, sebaiknya pesan tanpa tambahan gula, dan sedikit susu kental manis. Pasti lebih pas, sebab campuran kedua bahan ini membuatnya berasa enek. Tapi lagi-lagi, lain lidah, lain rasa - semua tergantung selera Anda. 

Cobalah, harganya Rp 12.000 per gelas. Ini akan menambah kaya pengalaman lidah dan tenggorokan Anda dengan aneka sajian khas Nusantara - dari Padang untuk Indonesia. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!