Pemkab Belum Optimal Garap Potensi Batu Alam di Bondowoso

Potensi ini dilirik oleh Komunitas Bondowoso Gem Stone Mania (Bogem).

Kamis, 11 Jun 2015 13:48 WIB

Batu Akik. Foto: Friska Kalia KBR

KBR, Bondowoso – Kondisi geografis dan letaknya yang dikelilingi banyak gunung membuat Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memiliki banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa digarap. Tidak terkecuali potensi batu alam yang terbukti sudah mampu menjajaki pasar internasional. Sayangnya, potensi tersebut selama ini belum menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten.

Potensi inilah yang dilirik oleh Komunitas Bondowoso Gem Stone Mania (Bogem). Tidak hanya ikut euforia batu akik saja, Bogem kini tengah gencar mempromosikan berbagai macam batu alam dari Bondowoso ke pasar luas.

Salah seorang pendiri Bogem, Bambang Suwito mengatakan Bondowoso memiliki potensi untuk menghasilkan batu alam seperti batu piring, andesit, paras, balsato, dan alur. Bahkan kualitas batu alam dari Bondowoso tersebut lebih unggul daripada Kabupaten lain yang sudah lebih dulu terkenal.

“Bondowoso ini dikelilingi banyak gunung. Jadi potensi batu – batu alam itu sangat banyak sekali. Sekarang tergantung Pemkab saja mau atau tidak mengembangkan potensi ini. Karena ini juga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat,” kata Bambang Suwito saat berbincang dengan KBR ditengah berlangsungnya Pameran dan Kontes Batu Akik Nusantara, Kamis (11/6/2015).

Dikatakan Bambang, selain sudah dipasarkan ke beberapa wilayah di Indonesia seperti Bali, saat ini batu alam asal Bondowoso juga sudah merambah pasar internasional. Sayangnya, proses ekspor itu tidak dilakukan langsung di Bondowoso melainkan dikirim keluar daerah terlebih dahulu.

Beberapa kecamatan yang memiliki potensi batu alam menonjol diantaranya Kecamatan Wringin, Maesan, Grujukan, dan Pakem. Saat ini Bogem Bondowoso juga tengah berupaya untuk mendatangkan investor ke Bondowoso agar potensi batu alam bisa dikelola dengan maksimal.

Bondowoso Gem Stone Mania terbentuk pada April 2015 lalu. Nama ini Bogem ini, kata Bambang dicetuskan oleh seorang jurnalis foto yang juga pemakai batu permata Bastiyar Arifin. Anggota dari komunitas ini pun beragam mulai dari masyarakat biasa, pencinta batu, kolektor hingga pejabat teras. Tidak hanya mempromosikan berbagai macam batu akik saja, namun Bogem juga berupaya memperkenalkan banyak jenis batu alam asal Bondowoso. 

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.