Bupati Bondowoso Amin Said Husni (kiri) dan Kapolres Bondowoso Djadjuli memamerkan cincin yang dipak

Bupati Bondowoso Amin Said Husni (kiri) dan Kapolres Bondowoso Djadjuli memamerkan cincin yang dipakainya dalam pembukaan Pameran dan Kontes Batu Akik Nusantara di Bondowoso (Foto: Friska Kalia)

KBR, Bondowoso – Tren batu akik yang melanda banyak orang di penjuru Nusantara mendorong hadirnya Gebyar Pameran dan Kontes Batu Akik Nusantara 2015 di Bondowoso, Jawa Timur. Meski Bondowoso termasuk kabupaten miskin di Jawa Timur, kabupaten ini tak ketinggalan untuk bergembira dengan batu-batu cantik ini. 

Bupati Bondowoso Amin Said Husni yang hadir dalam pameran ini jatuh kagum pada banyaknya jenis batu akik yang dipamerkan oleh para kolektor dan penjual batu. 

Gebyar Pemeran dan Kontes Batu Akik Nusantara ini digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pelita sejak kemarin. Ada 65 kios kecil khusus batu akik dibuka oleh para pedagang yang datang dari berbagai wilayah. Selain pameran, dibuka juga kontes batu akik yang telah menjaring 110 peserta baik dari dalam dan luar kota. Bahkan ada peserta dari Sulawesi, Ternate hingga Kepulauan Riau. Kesenangan masyarakat pada batu akik semakin tampak saat semua orang berduyun-duyun masuk kedalam lokasi pameran yang dibuka secara gratis.

Bupati Amir Said Husni yang datang untuk membuka acara tak lupa mengenakan batu akik hampir di semua jarinya. 

“Ini batu punya saya, ada ceritanya masing-masing," katanya sembari tersenyum lebar dan memamerkan cincin berhiaskan batu akik berbagai warna di jarinya kepada KBR. 

Amir bercerita ada banyak dampak positif yang terasa dengan merebaknya tren batu akik di Indonesia khususnya di Bondowoso. Selain mampu mengangkat perekonomian masyarakat pengrajin batu akik, tren ini juga terbukti bisa semakin mempererat jalinan silaturahmi antara masyarakat.

“Ini baik untuk media silaturahmi dan sudah terbukti kita bisa saling kenal dan dekat karena batu. Bertemu dengan orang dari berbagai daerah juga karena sama-sama suka pakai batu akik,” papar Amin.

Pameran dan Kontes yang diprakarsai oleh Polres Bondowoso ini akan berlangsung selama tiga hari sampai 13 Juni 2015 mendatang. Kapolres Bondowoso Djadjuli bahkan mendatangkan langsung juri independen dari Gem Research Internasional (GRI) Lab untuk menjadi juri dalam kontes batu akik.

Kepolisian menggelar kontes dan pameran batu akik ini dengan harapan bisa membuat masyarakat semakin dekat dengan Polisi. Selain itu juga untuk mengaktifkan potensi ekonomi kreatif dan diharapkan bisa menurunkan angka kriminalitas. 

"Kan sekarang lagi musim akik nih, kami mau cari sahabat polisi sebanyak-banyaknya. Selain itu kalau fokus masyarakat ke pameran ini, semoga tidak ada yang berpikiran untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum,” kata Kapolres sembari tersenyum. 

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!