cipta media seluler, ford foundation, ide-ide kreatif aplikasi ponsel, wikimedia indonesia

KBR, Jakarta - Hibah terbuka Cipta Media Seluler berhasil menarik minat 386 ide proyek dari 29 provinsi di tanah air. Dari ratusan ide itu, panitia menyeleksi hingga menjadi 33 finalis yang kemudian diperas lagi menjadi 12 proyek yang bakal mendapat dana hibah. Cipta Media Seluler merupakan kerjasama Ford Foundation, Wikimedia Indonesia dan ICT Watch untuk mendukung insiatif pengembangan aplikasi ponsel dan proyek seluler yang berkaitan dengan penanganan masalah keadilan sosial di Indonesia.

Dalam keterangan pers yang diterima redaksi, ke-12 penerima hibah itu dianggap mampu menjawab berbagai isu, mulai dari pembuatan aplikasi yang menyediakan akses ke layanan pekerjaan bagi orang-orang difabel, hingga ke layanan pesan pendek (sms), dan pemetaan warga  untuk mengatasi berbagai masalah seperti pengelolaan sampah, transparansi pemerintah, kesehatan dan kebebasan beragama.

Menurut anggota tim seleksi Heidi Arbuckle, kualitas ide yang diajukan para finalis dinilai mengesankan. Ini menunjukkan adanya potensi sangat besar di masyarakat untuk mengembangkan ide-ide kreatif di sektor ponsel yang tidak melulu mencari keuntungan, tetapi juga untuk kepentingan sosial."Kami juga sangat senang dengan keberagaman isu dan penyebaran geografis pemohon hibah yang masuk pada Cipta Media Seluler. Pada akhirnya kami memilih yang dianggap mampu mewujudkan ide-ide itu menjadi karya nyata," kata Heidi.

Cipta Media Seluler menghibahkan dana sebesar US$ 750,000 yang akan dibagikan kepada 12 proyek terpilih. Mereka dipilih oleh Tim Seleksi Akhir yang terdiri dari ahli teknik informatika Onno Purbo, pendiri detik.com Yayan Sopyan, aktivis sosial dan sejarawan Hilmar Farid, akademisi dan kepala staf ahli di Unit penasihat Presiden (UKP4) Yanuar Nugroho, dan program officer Ford Foundation untuk media Heidi Arbuckle.

Ke-12 ide terpilih itu adalah:

1. Nada dering, wallpaper, dan nada sambung panggilan (Makassar) yang diusung oleh Andi Rahmat Munawar - bertujuan untuk menghubungkan kembali anak-anak muda dengan musik tradisional dan simbolisme budaya mereka yang terlupakan melalui penyediaan akses gratis nada dering, wallpaper dan berbagai fitur untuk melambangkan selera pribadi ponsel mereka.

2. Mitra Kerja Penyandang disabilitas (Surabaya) yang diusung oleh Rubby Emir - akan mengembangkan aplikasi ponsel yang menghubungkan para pencari kerja difabel dengan pemberi kerja yang potensial untuk mengatasi ketidaksetaraan akses terhadap pekerjaan.

3. Sistem Informasi Integrasi Kepramukaan (Sukabumi) yang diusung oleh Mulyana Sandi – akan mengembangkan aplikasi ponsel untuk pramuka yang mengubah ponsel menjadi alat penting untuk pelacakan, pendidikan, dan keamanan pramuka. Proyek ini dipilih oleh masyarakat dan tim seleksi akhir.

4. Pelatihan Jaringan Seluler Nirkabel berbasis BTS Terbuka (Depok) yang diusung oleh Universitas Surya -  akan memberikan pelatihan untuk memperluas pengetahuan lokal dan keahlian tentang cara menjalankan jaringan seluler nirkabel sumber terbuka (open source) yang menyediakan akses jaringan untuk masyarakat yang jauh dari akses telekomunikasi.

5. Solidaritas.net Media Center (Cikarang), yang diusung oleh Sarinah – akan mengembangkan layanan informasi ponsel dengan menggunakan gambar, video dan pesan singkat termasuk sms, whatsapp dan BBM sehingga buruh mudah mendapatkan akses informasi, konsultasi dan bantuan hukum.

6. m-Pantau KBB Menjaga Keragaman (Depok), yang diusung oleh Gamal Ferdhi – akan mengembangkan sebuah web dan sms berbasis pemetaan warga untuk memantau pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di 34 provinsi diIndonesia.

7. Kampanye “Frekuensi Milik Publik” (Jakarta), diusung oleh Roy Thaniago – akan mengembangkan aplikasi ponsel yang memudahkan pelaporan kasus-kasus pelanggaran televisi kepada Komisi Penyiaran dan membangun kampanye kesadaran media literasi di kalangan anak muda.

8. Situs Laporan Warga Tanah Papua Berbasis SMS (Jayapura), diusung oleh Victor Claus Mambor – akan menggunakan layanan pesan singkat dan alat pemetaan warga online yang memungkinkan warga melaporkan isu-isu kesehatan dan pendidikan, sehingga mengatasi hambatan geografis untuk mengakses informasi di dua propinsi di Papua.

9. Lingkar Suara Buruh Perempuan (Jakarta Utara), diusung oleh Dian Septi Trisnanti – akan menggunakan layanan pesan singkat, radio streaming, dan video yang membantu buruh perempuan di 5 kota untuk mendapatkan akses informasi dan layanan yang melindungi hak-hak mereka.

10. Monitoring Wilayah dan Hutan Suku Tobelo Dalam Dodaga (North Maluku), diusung oleh Albert Junior Ngingi – akan menggunakan layanan pesan singkat untuk pelaporan dan alat pemetaan warga dalam memetakan tanah masyarakat adat Dodaga sehingga memungkinkan masyarakat adat untuk menggunakan hak mereka atas wilayah adat.

11. Peta Persampahan (Bandung) diusung oleh Anilawati Nurwakhidin – akan mengembangkan aplikasi ponsel, web dan sms gateway untuk meningkatkan partisipasi publik dan akuntabilitas pemerintah dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

12. Desa 2.0: Sistem Tata Kelola Sumber Daya Desa (Cilacap), diusung oleh Yossy Suparyo – akan meningkatkan sistem informasi desa sehingga dapat diakses dengan bandwidth rendah, pengguna smartphone kualitas rendah (low–end) untuk memastikan pemerintah di tingkat desa bertanggung jawab.


Editor: Heru Hendratmoko


Baca juga: Ford Foundation Dukung Perubahan Sosial Lewat Hibah Cipta Media Seluler

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!