Baung Kuah Asam

Ikan baung yang tersaji ternyata dimasukkan ke dalam mangkuk berisi sayur asam. Sempat terpikir saya akan mencicip sayur asam seperti yang biasa saya makan di Jakarta. Sayur, dengan beragam jenis sayuran seperti daun melinjo, pepaya muda, kacang panjang d

Jumat, 13 Jun 2014 17:16 WIB

baung, kuah asam, palangkaraya

Ibukota Kalimantan Tengah, Palangkaraya berada persis di antara kawasan lahan gambut sejuta hektar yang dulu dibuka untuk para transmigran oleh Soeharto.

Kini kota Palangkaraya, yang sejatinya ada di kawasan hutan lindung kini terus tumbuh. Mal dan perkantoran berdiri, juga kafe dan warung makan di sepanjang jalan utama.

Melancong ke kota ini, satu yang menarik adalah makan di rumah makan yang menyediakan menu lokal tradisional. Waktu itu karena sedang tergesa saya lupa mencatat alamat tempat makan tersebut.

Tapi setidaknya saya sukses mencicip ikan baung goreng dengan kuah asam. Ikan baung merupakan ikan sungai yang berada di seantero Indonesia. Di Jakarta dan sejumlah kawasan Jawa Barat, di Sumatera, juga di Kalimantan.

Semula saya hanya ingin mencicip ikan baung goreng dengan sambal terasi. Tapi si penjual menawarkan sayur asam.

Berharap cemas, saya menantikan menu baung goreng dan sayur asam. Terbayanglah sajian menu yang terpisah dalam benak. Tak lama, pelayan menghantarkan menu yang saya pesan. Nasi pulen sebakul kecil, dua porsi sambal terasi dan ikan baung.

Ikan baung yang tersaji ternyata dimasukkan ke dalam mangkuk berisi sayur asam. Sempat terpikir saya akan mencicip sayur asam seperti yang biasa saya makan di Jakarta. Sayur, dengan beragam jenis sayuran seperti daun melinjo, pepaya muda, kacang panjang dan lainnya.

Di Palangkaraya, sayur asam ternyata sayur dengan kuah asam dari tomat, yang menyertakan rotan muda. Ini mirip sekali dengan rebu g yang kadang di masak dengan kuah santan di Bandung, Bogor dan sebagian wilayah Sumatera Barat dan Selatan.

Rasa kuah yang tentu asam, ini ternyata rasa dan teksturnya makin menarik dengan, rotan muda. Alhasil, semua saya cicip, plus tumis batang talas muda.

Sesekali perlu anda coba. Utamanya untuk yang mau mengenal paduan bumbu non Jawa dan Sumatera.

Silakan, restonya berada tak jauh dari Bandara Tjilik Riwut.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Evakuasi di Tembagapura, Warga Megaku Ditekan Aparat

  • Polisi, Tidak Ada Pemaksaan Evakuasi Untuk Warga Banti
  • PKB Belum Tetapkan Calon Pendamping Ridwan Kamil
  • Cekcok Kantor PLO, Palestina Ancam Putus Hubungan dengan AS

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau