Batik Kayu Jambi

KBR68H, Jambi – Membatik dengan media kain, itu sudah biasa, tapi membatik di media kayu itu merupakan hal baru dan unik. Batik dengan media kayu ini dapat dijumpai di gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Kelurahan Thehok-Kecamatan Jambi Selatan.

Membatik di media kayu di Provinsi Jambi bisa dikatakan hanya bisa ditemukan di Dekranasda Provinsi Jambi. Kayu batik ini diperkenalkan pertama kali sejak tahun 2011 lalu oleh Novendra dan Ardi, pengrajin kayu batik di Dekranasda Provinsi Jambi.

“Di Jawa sudah ada kayu batik ini, tapi di Jambi baru disini (Dekranasda, red.)” ujar Novendra saat ditemui di Gedung Dekranasda Provinsi Jambi.

Menurut Novendra kerajinan kayu batik ini berupa mangkok, rekal Qur’an, piring, tempat buah, tempat tisu, aksesoris gelang, gantungan kunci manik kalung dan lain-lain.“Selain kayu juga bisa bambu jadi media kerajinan batik ini,” katanya.

Ia menjelaskan, proses membatik di media kayu ini sama persis dengan membatik dimedia kain. “Prosesnya sama dengan membatik dikain, dari membuat pola, mewarnai dengan lilin, semuanya sama,” katanya.

Namun tingkat kesulitan membatik di media kayu lebih tinggi, dibanding membatik di media kain. “Kalau di  kain medianya datar, kalau di kayu ada yang tidak datar. Membatik di kayu harus ditulis, tidak bisa dicat. Lebih rumit di media kayu,” katanya.

Selain lebih rumit waktu pengerjaan kayu batik ini juga lebih lama daripada membatik dikain. “Seperti membuat satu mangkok bisa makan waktu tiga jam,” ucapnya.  

Untuk motif kayu batik ini, semuanya menggunakan motif batik khas Jambi, seperti durian pecah, tampuk manggis, kuau berhias, pucuk rebung, biji timun, lembung kopi dan incung kincai.

Menurut Novendra, kerajinan kayu batik ini sudah dipamerkan diberbagai pameran di Indonesia. “Terakhir di Jakarta,” ucapnya.

Mengenai harga, kerajinan kayu batik ini dijual dari harga Rp 15  ribu hingga Rp 300 ribu. “Kalau gantungan kunci harganya Rp 15 ribu, kalau tempat buah Rp 300 ribu,” katanya.

Kerajinan ini hanya dijual di gedung Dekranasda Provinsi Jambi dan Bandara Sultan Thaha. “Peminatnya cukup tinggi, baik dari masyarakat lokal, maupun dari turis,” tuturnya.

Sumber: Muaro Jambi
Editor: Anto Sidharta

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!