pantai, taman nasional, meru betiri

Taman Nasional Meru Betiri merupakai salah satu taman nasional yang dikunjungi dalam petualangan wisata kami. Taman Nasional Meru Betiri merupakan perwakilan ekosistem mangrove, hutan rawa dan hutan hujan dataran rendah di Jawa. Sebagai Taman Nasional ada banyak flora dan fauna yang dilindungi dan dilestarikan di sini. Untuk menemukan Taman Nasional Meru Betiri kami harus menuju  desa Sarongan Kecamatan Pasanggrahan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan sampailah kami di Pantai Rejegwesi yang merupakan  pintu gerbang Taman Nasional Meru Betiri dari Timur. Ombak di pantai ini  relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pantai selatan lainnya. Pantai ini kemudian dimanfaatkan sebagai tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan penangkap ikan. Sedangkan kami memanfaatkan pantai ini untuk camping bermalam di tenda sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain.

Perjalanan kami lanjutkan menuju pemukiman penduduk terakhir di desa Sarongan dan menitipkan kendaraan di salah satu penduduk di desa ini. Meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan pemandangan hutan habitat tumbuhan langka. Sampai pada pos penjagaan ada beberapa pilihan tujuan wisata seperti Goa Jepang, Habitat Rafflesia, Teluk Damai dan Teluk Hijau dan kami memilih Teluk Damai dan Teluk Hijau. Teluk Damai dan Teluk Hijau merupakan salah satu garis pantai selatan dibagian timur pulau Jawa.

Berpegangan pada ranting tanaman semak belukar, kami harus menuruni tebing terjal untuk dapat mencapai pantai Teluk Damai. Tak ada pasir putih di pantai ini, hanya susunan batu yang akan berbunyi gemericik jika diguyur ombak. Perairan yang menjorok ke daratan menjadikan teluk ini dikelilingi dinding daratan dengan batu karang besar. Deburan ombak sesekali menghantam karang menjadikan keasikan sendiri memandangnya. Air lautnya jernih berwarna hijau kebiruan, udaranya segar perpaduan angin laut dan angin terpaan pepohonan di atas Tebing. Biasanya kita akan merasakan panas dan terik jika berada di pantai berbeda dengan Teluk Damai, pohon besar di atas tebing menjadikan pantai Teluk Damai sejuk dan asri.

Tak jauh dari Teluk Damai ada papan penunjuk jalan menuju Teluk Hijau. Masuk melalui jalur berbukit menembus hutan sejauh kurang lebih 1 KM dan menuruni tebing, berjalan mengikuti papan penunjuk jalan sampailah kami pada area terbuka dengan pantai berbatu, jangan salah bukan itu pantai Teluk Hijau tapi berjalanlah terus menyusuri batu-batu di pantai dibalik pepohonan yang menjulur ke pantai di sanalah Teluk Hijau. Tak sia-sia menempuh perjalanan jauh dan melelahkan jika akhirnya menemukan pantai landai dengan hamparan pasir putih yang lembut. Sesuai namanya airnya berwarna hijau. Tampak karang-karang cantik  menghiasi pantai dan pinggir tebing. Di salah satu sudut tebing terdapat air tawar dari pegunungan mengalir melalui tebing membentuk air terjun kecil setinggi 8 meter. Irama air yang mengalir menjatuhi pasir putih menambah sensasi keasikan berada di Teluk Hijau. Aktivitas yang dapat dilakukan di pantai ini adalah berenang, bermain pasir atau hanya sekedar duduk-duduk di tepi pantai di bawah pohonan rindang. Berada di pantai memandang laut hijau dengan hamparan pasir putih,   tebing-tebing berwarna hijau, hembusan angin dari atas tebing serta gemericik air terjun menjadikan hati terasa damai dan segala penat terurai. (Mulyati Asih)


Klik Untuk melihat foto-foto lainnya....

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!