Reiki, Mengolah Energi Dari Alam Semesta Untuk Kesehatan

"Reiki itu lintas agama, usia dan etnik"

Selasa, 05 Mei 2015 16:00 WIB

Ilustrasi. Reiki (foto www.reikiheidi.co.uk)

Ilustrasi. Reiki (foto www.reikiheidi.co.uk)

Anda tengah sakit? Mungkin bisa coba menerapkan teknik Reiki untuk membantu proses penyembuhan. 

Reiki adalah energi dari alam semesta. Ajaran Reiki berasal dari Tibet. Dulunya, ajaran ini  hanya dimiliki oleh kaum kerajaan yang ada di Tibet.  Namun kini sudah dikembangkan secara luas.  Menurut salah seorang Master Reiki, Deni, kekuatan energi reiki diberikan Tuhan pada setiap orang sejak kita berada di dalam kandungan. 

Reiki, bisa digunakan untuk penyembuhan/pengobatan baik penyakit medis maupun psikis, perlindungan dari hal-hal yang nyata maupun energi ghoib/negatif serta untuk masa depan.

“Jika ada yang bilang, bahwa nasib kita jelek,itu keliru. Nasib kita adalah kita sendiri yang merancangnya. Beda dengan takdir. Kalau takdir memang mutlak, kita tak bisa menebak kelahiran dan kematian kita.” Ujarnya saat berbincang bersama KBR pada program Klinik KBR, Selasa (5/5/2015)

“Reiki itu lintas agama, usia dan etnik. Tak ada masalah dengan perbedaan agama. Agama apa pun boleh ikut. Selain itu, Reiki juga bisa dilakukan jarak jauh dengan transfer energi,” tambahnya.

Master Deni yang mengenal Reiki sejak 2004 ini, sering melayani pasiennya dengan jarak jauh, untuk semua permasalahan. Layanan yang ia berikan pun hingga ke California, dengan transfer energi untuk orang yang menderita penyakit gula.

Ia juga menceritakan pengalamannya pernah menyembuhkan kanker payudara.

“Ada pasien yang sudah terkena kanker payudara dan kondisinya sudah bernanah. Dokter pun sudah angkat tangan. Dengan bantuan air putih, selama 40 hari, kondisi luka payudaranya mengering hingga kulitnya menyatu kembali. Jadi, yang kita kejar adalah keajaiban dan itu bisa diterima semua orang,” ungkapnya.

Master Rini, yang ikut berbincang bersama KBR menambahkan, teknik Reiki dimaksudkan untuk mengolah pernafasan, dan diikuti dengan meditasi atau tafakkur. Ada 2 cara olah pernafasan Reiki. Tarik nafas dan buang. Serta tarik nafas, tahan, buang. Jika kita rutin melakukan hal ini, akan mempercepat penyembuhan penyakit. 

Menurutnya, reiki adalah energi cerdas, apa yang kita minta, biasanya terkabul, asal fokus dan yakin. 

“Semakin kita konsentrasi meditasi, energi semakin berpencar ke seluruh tubuh. Meditasi dilakukan dengan duduk tanpa bersender. Kedua tangan diletakkan di paha dengan posisi telapak tangan menghadap keatas. Lantas, berdoa atau meditasi sambil membayangkan apa yang kita inginkan. Misal, jika ingin bekerja di perusahaan yang diinginkan, bayangkanlah saat itu kita sudah duduk di perusahaan tersebut,” ujar Master Rini.

Self Healing

Salah satu penerapan Reiki adalah dengan melakukan Self healing atau penyembuhan diri sendiri untuk mengaktifkan cakra tubuh. Bagi pemula, meditasi ini harus dilakukan selama 21 hari nonstop. Jika satu hari terlupa, harus diulang dari awal lagi.

Posisi untuk melakukan self healing, sama seperti meditasi, tapi tangan kanan diletakkan di perut, sedangkan tangan kiri di dada/jantung.

Ini dia bacaannya :

“Ya Tuhan, alirkanlah energi illahi kedalam tubuhku secara merata untuk menyembuhkan penyakit…. (sebutkan penyakitnya atau keinginan kita)…. Dengan rasa syukur dan keyakinan penuh,terjadilah!“

Setelah mengucapkan itu, ambil nafas dalam-dalam, tahan dan buang perlahan. Saat mengeluarkan nafas, rasakan seolah–olah kita mengeluarkan segala penyakit dan beban pikiran. 

Selanjutnya, tetap dalam posisi yang sama, namun tangan diletakkan di atas kedua paha dengan posisi telapak tangan keatas, dilanjutkan  meditasi atau berdoa.

“Mudah untuk melakukan self healing, manfaatnya luar biasa,” pungkas Master Rini.

Editor: Malika 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau