Kurangi Sampah Plastik, Kantin Sekolah di AS Akan Gunakan Piring Kompos

Nampan makan siang plastik biasanya hanya berakhir di tempat sampah.

Minggu, 24 Mei 2015 18:23 WIB

Ilustrasi Tumpukan Sampah plastik. Foto: Antara

KBR - Gabungan Dewan Sekolah di Amerika Serikat berkomitmen untuk menyediakan piring yang mudah terurai menjadi kompos untuk mengurangi limbah di kafetaria sekolah. 

Berkat keputusan yang dibuat minggu ini oleh Urban School Food Alliance itu maka nampan makan siang plastik yang biasanya berakhir di tempat sampah kantin sekolah akan berkurang jumlahnya hingga 225 juta.

Mark Izeman dari Dewan Pertahanan Sumber Daya Nasional mengatakan, "Pergeseran dari nampan polystyrene ke piring kompos akan memungkinkan kota-kota secara drastis memangkas limbah yang menuju tempat pembuangan sampah, mengurangi polusi plastik di masyarakat dan lautan kita, dan menghasilkan kompos berharga yang dapat digunakan kembali pada peternakan."

Alasan mengapa keputusan ini datang tidak lebih awal, adalah karena harga nampan plastik lebih murah dibandingkan piring kompos itu. 

Harga satu nampan plastik 4 sen atau sekira 525 rupiah sementara harga sebuah piring yang mudah terurai itu mencapai 12 sen atau sekira 1.575 rupiah. 

Hingga suatu waktu, aliansi sekolah di sana memilih untuk menanggulangi masalah tersebut. Mereka secara kolektif mengupayakan piring yang bisa menjadi pupuk itu dengan harga mendekati 5 sen atau sekira 650 rupiah. 

Piring itu diproduksi di Maine dengan bahan yang dibuat dari 100 persen koran bekas. Langkah ke depan dari aliansi sekolah ini adalah untuk kemudian memperkenalkan alat makan pengganti sendok dan garpu plastik seperti yang saat ini digunakan oleh siswa. (Treehugger) 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.