InSight Dikirim 2016 untuk Pelajari Planet Merah

Akan pelajari gelombang seismik gempa Mars.

Jumat, 23 Mei 2014 17:59 WIB

Mars, InSight

KBR - NASA dan konsorsium mitranya dari Eropa dan Jepang mendapatkan lampu hijau untuk memulai pembuatan pesawat antariksa InSight (Interior Exploration Using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport ). Pesawat tersebut akan menjalankan misi di planet Mars.


InSight dijadwalkan akan diluncurkan dari Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg California pada Maret 2016. Misi ini akan mempelajari interior Planet Merah menggunakan instrumen yang belum pernah dikirim ke sana. 


Pesawat yang meniru pesawat NASA Phoenix ini dirancang untuk misi utama selama 720 hari di dekat Khatulistiwa Mars. Pesawat tak berawak itu memiliki lengan robot untuk menempatkan instrumen, termasuk untuk menanam pipa aliran panas hingga 4,5 meter ke dalam tanah.


Instrumen dalam kapal pendarat ini   dirancang untuk mempelajari gelombang seismik gempa Mars dan serangan meteor. Selain itu dalam misi ini nanti juga akan menggunakan sinyal radio untuk mengukur sensor goyangan, angin dan suhu Mars serta menggunakan magnetometer untuk memetakan gangguan di ionosfer Mars. (gizmag)


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?