Para Ilmuwan Temukan Ekspresi Baru

Salah satu peneliti, Aleix Martinez menjelaskan, ekspresi tersebut merupakan tanda ketidaksetujuan atas sebuah pernyataan.

Sabtu, 02 Apr 2016 14:39 WIB

Ekspresi not face. (Foto: Universitas Negeri Ohio)

KBR - Para peneliti dari Universitas Negeri Ohio mengidentifikasi ekspresi wajah baru yang disebut, Not Face. Salah satu peneliti, Aleix Martinez menjelaskan, ekspresi tersebut merupakan tanda ketidaksetujuan atas sebuah pernyataan.

Raut wajah ini ditandai dengan dahi mengernyit, bibir yang ditekan bersamaan, dan dagu yang agak timbul. Ketiganya merupakan kombinasi dari 3 ekspresi yang biasa dikenal dengan marah, jijik dan penghinaan.

Untuk penelitian ini, tim ilmuwan meminta 158 peserta duduk di depan kamera dan berbincang dengan salah satu peneliti. Kelompok ini terdiri dari 4 penutur bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Cina Mandarin dan bahasa isyarat Amerika. Keempatnya dipilih lantaran bahasa-bahasa tersebut berevolusi dari struktur gramatikal yang berbeda. Meski begitu, Not Face, tak dibatasi negara atau budaya.

Tim peneliti melaporkan, ekspresi ini bersifat universal. Penutur Bahasa Isyarat Amerika (ASL) terkadang menggunakan Not Face menggantikan bahasa isyarat resmi untuk berkata tidak. Hasil riset ini memang terlihat tak mencengangkan, namun ini adalah kali pertama para ilmuwan mengidentifikasi ekspresi wajah yang bisa menggantikan bahasa isyarat Amerika. (Science Alert) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Mari dukung penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, dengan BPJS, dengan gotong royong semua tertolong.